JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tiga Korban Kecelakaan Maut Truk Kontes Masuk Jurang di Tangen Sudah Dipulangkan. Beredar Kabar Sopir Mabuk, Begini Analisa Polisi! 

Kondisi sopir truk yang tewas (kiri) dan penumpang yang luka. Foto kolase/Wardoyo

IMG 20191111 160600
Kondisi sopir truk yang tewas (kiri) dan penumpang yang luka. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak tiga korban kecelakaan maut truk masuk jurang di jalur Tangen, tepatnya di Desa Katelan, Tangen, Minggu (10/11/2019) petang dinyatakan sudah boleh pulang.

Pun dengan satu korban tewas yakni pengemudi truk juga sudah dipulangkan ke kampung halamannya di Sukoharjo.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , tiga korban luka dari penumpang truk AD 1577 JP itu masing-masing bernama Bambang asal Matesih Karanganyar, Joko Murdianto asal Mojolaban, Sukoharjo dan Minangsa (31) asal Pilangbangu, Sepat, Masaran, Sragen.

Ketiganya menumpang truk yang dikemudikan Yuni Widiantoro alias Jonet (31), warga Desa Kemplong, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Yuni alias Jonet, meninggal di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Kecelakaan di Depan Toko Paris Garuda Sragen, Pemuda asal Mondokan Ditemukan Tergeletak Babak Bunyak di Jalan

Sedangkan tiga orang itu mengalami luka ringan hingga sedang. Mereka sempat mendapat perawatan di RSUD Sragen.

“Kondisi tiga penumpang yang luka sudah membaik. Sudah bisa dibawa pulang,” papar Kasatlantas AKP Sugiyanto melalui Kanit Laka Ipda Joni Kurniawan ditemui Senin (11/11/2019).

Ia membenarkan bahwa truk mengalami kecelakaan usai mengikuti kontes truk di Tangen. Truk berasal dari Mojolaban, Sukoharjo.

Sedangkan penumpang adalah rekan sesama komunitas truk yang kebetulan ikut menumpang pulang.

“Mereka ada yang dari Masaran dan Matesih Karanganyar,” terang Ipda Joni.

Baca Juga :  Kabar Duka Hari Ini, Satu Warga Sragen Kembali Meninggal dan 35 Orang Dinyatakan Positif Terpapar. Total Kasus 6.138 Positif, 5.484 Sembuh dan 409 Meninggal Dunia

Ia juga memastikan kecelakaan itu adalah kecelakaan tunggal. Kronologisnya, truk melaju dan kemudian gagal mengendalikan kecepatan saat sampai di tikungan Katelan Tangen.

“Rem dimungkinkan kurang pakem saat sampai di lokasi tikungan yang agak menyempit. Truk lalu menabrak buk di kanan jalan, lalu masuk ke parit,” terangnya.

Sementara, perihal kabar di lapangan bahwa pengemudi diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras, Ipda Joni mengaku masih dalam penyelidikan.

“Kami akan selidiki dulu dengan meminta keterangan saksi-saksi di lapangan,” tandasnya.

Saat ini truk yang ringsek sudah diamankan di Mapolres sebagai barang bukti. Wardoyo