loading...
Sulardiyanto. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMAR NEWS.COM Teka-teki usulan pemecatan terhadap salah satu pengurus DPC PDIP Karanganyar yang disampaikan ketua DPC, Rober Kristanto akhirnya terjawab.

Pengurus yang dimaksud ternyata diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua DPC bernama Sulardiyanto. Misteri usulan pemecatan itu dibenarkan oleh Sulardiyanto sendiri, Selasa (28/1/2020).

Kepada wartawan, Sulardiyanto mengatakan dirinya memang menerima penonaktifan dari kepengurusan partai berlambang banteng moncong putih itu.

Ia juga tidak menampik bahwa sejak pelantikan sebagai pengurus hingga kini dirinya memang tidak aktif dalam kegiatan maupun kepengurusan partai.

Meski demikian, ia menilai hingga kini penonaktifan dirinya itu belum pernah disertai dengan teguran maupun mekanisme kepartaian.

Dalam kepengurusan, Sulardiyanto duduk sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDIP Karanganyar.

“Saya akui kalau sejak dilantik sampai sekarang saya memang tidak aktif karena ada kepentingan keluarga. Jadi kalau pemimpin partai mengambil sikap seperti itu ya sudah pas. Artinya dia harus bertindak tegas untuk mengevaluasi kadernya yang tidak taat,” paparnya Selasa (28/1/2020).

Suhardiyanto mengaku dirinya siap untuk dievaluasi dan sudah menerima keputusan partainya itu. Hanya saja yang masih mengganjal baginya bahwa  penonaktifan dirinya itu dirasa belum didahului dengan teguran sesuai mekanisme yang seharusnya.

Baca Juga :  Kerahkan Buldozer, Pemborong asal Karanganyar Suwarto Terancam 5 Tahun Penjara Denda Rp 2,5 Miliar. Berkas Sudah Naik ke Kejaksaan

“Nggak pernah ada teguran. Tapi langsung surat peringatan pertama, kedua dan ketiga. Sampai saat ini, saya belum menerima surat pemberhentian sebagai kader PDIP,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDP Karanganyar, Bagus Selo mengajak segenap jajaran internal dan kader PDIP setempat menjadikan HUT ke 47 PDIP sebagai momentum untuk konsolidasi bagi seluruh kader partai di semua tingkatan.

Pasalnya, ia mengendus masih ada perbedaan friksi di kalangan internal yang terjadi saat ini.

Hal itu disampaikan usai menghadiri acara puncak HU PDIP ke 47 yang berlangsung di halaman Kantor DPRD Karanganyar, Minggu (26/01/2020).

Bagus yang juga Ketua DPRD Karanganyar itu mengatakan konsolidasi menjadi penting untuk kembali menyatukan PDIP di Bumi Intanpari.

Menurutnya saat ini yang perlu ditanamkan kepada seluruh kader adalah tentang kedisiplinan. Baik kedisipilinan ideologi, disiplin organisasi, serta disiplin program tindakan dan perbuatan kepada pengurus partai.

Ia mempersilakan bagi kader PDIP keluar dari partai jika tidak memiliki jiwa Soekarnoisme dan tidak mau tunduk kepada aturan yang ditetapkan ketua umum partai, Megawati.

Aturan itu baik dalam hal rekomendasi, dan tidak mau menjalani aturan partai.

Baca Juga :  Kasus Keracunan Massal Karanganyar, Siswa SDIT Muhammadiyah Ungkap Keanehan Ayam Goreng Yang Disajikan. "Baunya Seperti..."

“Ini sudah kami jalankan. Ada salah satu pengurus partai, selama dilantik jadi pengurus tidak aktif. Berdasarkan hasil rapat pleno, kami berhentikan sementara dan telah kami kirim ke DPP PDIP. ini salah satu sikap kami yang tegas,” kata dia.

Bagus menguraikan evaluasi lain yang dilakukan di tubuh PDIP Karanganyar itu dikarenakan pihaknya merasakan masih terdapat banyak fiksi yang menyebabkan  tidak  kondusif.

Ia mengingatkan agar tidak ada benalu di dalam PDIP Karanganyar.

“Kepengurusan saya ini, harus solid. Jangan menjadi benalu di PDIP. Jangan jadi banteng berkepala celeng. Itu kan banyak kader yang menjadi pengurus partai. Saat ada even politik, justru mendukung partai lain. Ini menunjukkan dia bukan  kader ideologi  Soekarno. Semua kader harus ideologi Soekarno, kalau tidak, akan saya sapu bersih,” tegasnya. Wardoyo