JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Meski di Pinggiran, SMPN 2 Kalijambe Sragen Sukses Raih Penghargaan Adiwiyata Untuk Kali Pertama Sepanjang Sejarah

Ilustrasi Adiwiyata

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – SMP Negeri 2 Kalijambe Kabupaten Sragen sukses meraih penghargaan Adiwiyata 2020.

Kepastian itu diperoleh berdasarkan Surat Keputusan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Nomor 6601/2012 tertanggal 7 September 2020.

Sekolah negeri di ujung barat Kabupaten Sragen itu dinobatkan meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata. Ini adalah prestasi pertama kalinya di bidang sekolah yang berhasil diraih selama sekolah itu berdiri.

Kepala SMP Negeri 2 Kalijambe, Tukimin, menjelaskan penghargaan Adiwiyata akan diberikan pada Selasa, 8 September 2020. Karena masih dalam situasi pandemic Covid-19, penghargaan disampaikan secara online lewat streaming di youtube milik DLHK Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Wilayah Rawan Kekeringan di Sragen Meluas. BPBD Sebut Naik 70 % Menjadi 249 Dukuh, Warga Tangen Mengaku Sudah Malu dan Bosan Didroping

Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja sama semua unsur sekolah. Oleh karena itu, dia mengatakan, prestasi ini perlu disyukuri bersama.

“Sekolah ini milik bersama. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan prestasi. Jika selama ini sekolah ini dikenal sebagai pelanggan juara lomba kreativitas siswa, kini prestasi hasil kolaborasi ternyata tak kalah bagusnya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (10/9/2020).

Dijelaskannya, proses penilaian menuju Sekolah Adiwiyata sangat rumit dan kompleks. Semua komponen memerlukan perhatian yang tidak boleh disepelekan.

Baca Juga :  Razia Malam-Malam, 13 Warga Sragen Tertangkap, 4 Orang Harus Bayar Denda Rp 50.000!

Ada komponen keindahan, kebersihan, kelengkapan, ramah lingkungan, inovasi dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan waktu, kerja sama, dan biaya yang tidak sedikit.

Sejak lolos penilaian di tingkat Kabupaten Sragen, Tukimin mengajak guru dan siswa untuk segera membenahi unsur penilaian yang masih kurang. Setiap ada kebutuhan, komite sekolah diajak untuk turut berkontribusi.

“Berkat kesadaran bersama, akhirnya perjuangan itu berbuah manis. Namun, kita kini justru bertambah tanggung jawabnya, yaitu merawat prestasi ini. Ada ungkapan, meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan,” tuturnya. Wardoyo