JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Grup Riset Managemen Pendidikan Khusus UNS Hadirkan Program SI-ABK SEMAR

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -– Grup Riset Managemen Pendidikan Khusus Program Studi (Prodi) Pendidikan Khusus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil mencetuskan Sistem Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus – Sebelas Maret (SI-ABK SEMAR). Sistem ini merupakan sistem identifikasi untuk ABK yang dikembangkan dalam bentuk digital untuk mempermudah proses identifikasi dan asesmen.

Ketua Grup Riset, Dr. Subagya mengatakan grup ini memiliki lima anggota. Yaitu Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S., Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi., Priyono, M.Pd., Erma Kumala Sari, M.Psi., Psikolog, dan Arsy Anggrellanggi, M.Pd.

Dr. Subagya mengatakan, dengan sistem ini dapat membantu pihak sekolah dalam proses identifikasi dan asesmen ABK. Hal ini dilakukan guna memperoleh data komprehensif yang selanjutnya digunakan dalam membuat perencanaan pembelajaran dan intervensi ABK di sekolah. Program SI-ABK SEMAR dapat diakses pada laman siabk-semar.com / SI-ABK SEMAR hadir guna membuat instrumen yang mudah dipakai oleh para guru di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Baca Juga :  Humas UNS Gelar Webinar Kehumasan, Branding dan Informasi Data

“Kurikulum di SLB berbasis asesmen, tetapi guru masih mengalami kesulitan untuk menyusun instrumen identifikasi asesmen, melaksanakan identifikasi asesmen, dan menganalisis hasil identifikasi asesmen. Dengan demikian, tim pengabdian membuat instrumen yang mudah dipakai oleh para guru berupa SI-ABK SEMAR.

Produk ini telah di hak paten kan oleh tim pengabdi. Dengan adanya SI-ABK, perlu dilakukan sosialisasi pada para guru di SLB,” terang Dr. Subagya yang juga merupakan Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Pendidikan Khusus, Senin (9/11/2020).

Dr. Subagya menambahkan, identifikasi dan asesmen ABK merupakan hal penting yang perlu dilakukan secara komprehensif agar ABK dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Dalam konteks pendidikan, proses identifikasi dan asesmen merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab guru sebelum merencanakan program pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Dengan demikian, akurasi hasil identifikasi dan asesmen menjadi hal yang penting dan perlu diperhatikan secara seksama terutama oleh para guru. Hal ini perlu dilakukan agar guru dapat menentukan rencana pembelajaran yang tepat dan sesuai bagi anak sebagai bentuk dari penanganan pada mereka.

Baca Juga :  Mahasiswa UNS Kembangkan Limbah Bubut Menjadi Baterai

Grup Riset Managemen Pendidikan Khusus juga telah menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat mengenai identifikasi dan asesmen ABK bagi SLB maupun sekolah penyelenggara inklusif se-Jawa Tengah.

Ini dilakukan untuk melakukan pendampingan terhadap asesor sekolah yakni guru dalam melakukan identifikasi pada ABK di sekolah berbasis digital dengan instrumen SI-ABK SEMAR pada Sabtu (30/5/2020) hingga Rabu (10/6/2020). Kegiatan ini diikuti oleh 60 perwakilan SLB negeri maupun swasta, dan beberapa sekolah penyelenggara inklusif di Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dengan dilakukannya proses pendampingan ini, diharapkan asesor yakni guru di SLB mampu melakukan identifikasi pada ABK di SLB. Khususnya identifikasi berbasis digital dengan SI-ABK SEMAR agar guru dan sekolah dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prihatsari