JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kantor BLK Karangpandan Resmi Dibuka Untuk Isolasi Mandiri. Warga Positif Tanpa Gejala Diisolasi 10 Hari, Diberi Vitamin dan Obat-Obatan Sampai Negatif!

Bupati Juliyatmono mengecek fasilitas isolasi mandiri di BLK Karangpandan. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Balai Latihan Kerja (BLK) Karanganyar di Desa Bangsri, Karangpandan resmi dibuka untuk tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 tanpa gejala.

Pembukaan dilakukan Rabu (14/7/2021). Pemkab memastikan fasilitas di dalamnya standar dengan pengawasan ketat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan penyediaan rumah isolasi terpusat memberi solusi pelaku isolasi sulitnya melakukannya di rumah.

Menurutnya tingkat penularan Covid-19 dari klaster keluarga mendominasi angka kasus aktif di Karanganyar.

“Sulit melakukan isolasi mandiri di rumah, sebaiknya di sini saja. Di rumah itu ada orang lansia, anak-anak, ibu hamil, yang rentan tertular. Kecuali bisa memastikan taat prokes dan jauh dari anggota keluarga lain, silakan,” katanya kepada wartawan usai melihat lebih dekat fasilitas isolasi tanpa gejala di BLK Karangpandan, Rabu (14/7/2021)

Bupati menguraikan di BLK, tersedia 78 tempat tidur di dua ruang aula di lantai dua serta beberapa kamar di lantai I.

Tempat tidur susun yang dulunya diperuntukkan asrama calon tenaga kerja, kini dibongkar menjadi single bed. Ruang ditata sedemikian rupa supaya mencukupi kapasitas.

Baca Juga :  Warga yang Tolak Gadis Yatim Piatu Jalani Isoman di Fasilitas Desa Bulurejo Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri Ternyata Pernah Terpapar COVID-19

Selain menyediakan tempat tidur, pemerintah juga menyuplai makan minum dan vitamin selama 10 hari isolasi atau sampai hasil swab PCR negatif.

Di tempat itu, nantinya pasien diberi kegiatan rutin supaya tidak bosan. Seperti senam pagi sampai kajian agama.

Keperluan MCK diberikan secara personal alias tidak boleh dipakai bersama kecuali kamar mandi.

Juliyatmono melihat lebih dekat fasilitas tersebut bersama Kajari, Dandim dan Kapolres serta pejabat daerah lainnya. Tak hanya itu, kondisi warga yang sedang isolasi dipantau rutin. Selama menjalani isolasi, diharapkan tingkat kesembuhan pasien tinggi. Apalagi tempat isolasi terpusat ini berada di lingkungan asri, udara segar dan pemandangan elok lereng gunung Lawu.

Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Karanganyar, Martadi mengatakan BLK merupakan aset dinasnya. Setahun lalu, BLK pernah dijadikan tempat isolasi tenaga kesehatan (nakes).

“Selama keperluan isoman di BLK, maka kegiatan pelatihan calon tenaga kerja ditunda dulu. Sampai kapanpun dibutuhkan, kami siap memberikan fasilitas di BLK,” katanya.

Baca Juga :  Perhatian Seluruh Desa Mesti Sediakan Oximeter untuk Mengetahui Saturasi Oksigen Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Plt Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Purwati menyarankan dibangun juga tempat isolasi terpusat di lingkungan terdekat pasien.

“Tempat isolasi terpusat sudah ada di beberapa desa dan kecamatan. Intinya dipantau terus kondisi selama isolasi. Jangan bercampur dengan orang sehat agar tidak menularkan virus,” katanya.

Hingga Selasa (13/7/2021) tercatat 1.471 kasus aktif. Jumlah isolasi mandiri mencapai 148 orang dan rawat inap 423 pasien. Wardoyo