JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tagih Hutang Rp 50.000, Buruh di Sragen Malah Dihukum 6 Bulan Penjara. Kok Bisa?

Ilustrasi penjara

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah bak bumerang ini dialami Agung Sulistyo (30), warga Nglorog Sragen. Betapa tidak, pria yang berprofesi buruh dekor itu terpaksa harus mendekam 6 bulan di sel penjara gara-gara urusan hutang.

Niat Agung untuk menagih hutang Rp 50.000 ke teman yang pernah berhutang kepadanya, malah berubah jadi bumerang.

Bukannya dapat uangnya kembali, ia malah harus meringkuk di penjara. Namun hukuman itu ia dapat karena ternyata cara yang dilakukannya saat menagih hutang, salah.

Ia menagih dengan cara anarkis. Dalam kondisi mabuk, Agung yang awalnya berharap hutangnya dibayar malah hilang kendali dan nekat menusuk empat orang secara membabi buta.

“Perkaranya sudah diputus beberapa waktu lalu. Terdakwa AS divonis enam bulan penjara oleh majelis hakim PN Sragen. Dia dinyatakan terbukti melanggar pasal 351 yakni melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan saat hendak menagih hutang ke temannya,” papar Kasi Pidum Kejari Sragen, Wahyu Wibowo Saputro kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (15/10/2021).

Baca Juga :  Wow, Hajatan Ngunduh Mantu Bupati Sragen Ternyata Digelar di Tanggal Cantik Serba 12. Harinya Minggu Pahing, Ini Maknanya Dalam Hitungan Jawa!

Wahyu menyampaikan vonis itu satu bulan lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa 7 bulan penjara.

Terkait kasus itu, pihaknya menegaskan bahwa hukum tetap dijalankan sekalipun dalam perkara itu terdakwa sebenarnya berposisi sebagai orang yang hendak menagih hutang.

“Tapi mungkin cara yang dipakainya salah. Bukan diminta baik-baik tapi malah pakai kekerasan. Dan fakta di persidangan yang pinjam dan 3 temannya mengalami luka semua akibat perbuatan terdakwa,” urainya.

Baca Juga :  Miris, Gedung Kelas Nyaris Ambruk, Puluhan Siswa SD Kebonromo Sragen Terpaksa Belajar Klesotan di Musala. Guru-Guru Dihantui Rasa Was-Was

Kasus tagih hutang berujung penjara itu sempat terungkap saat digelar konferensi pers tersangka di Mapolres Sragen, Rabu (3/3/2021) silam.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan kasus ini berawal saat tersangka bertemu dengan korban di depan salah satu toserba di Sragen 24 Februari 2021 lalu.

Saat itu, tersangka menghampiri korban yang tengah nongkrong bersama tiga temannya. Awalnya, tersangka mengajak korban bergeser dari rombongan dan minta agar segera membayar hutang Rp 50.000.

Namun diduga entah tak punya duit atau menolak membayar, korban tak segera mengeluarkan uang. Agung yang kesal lantas gelap mata.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua