JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Tragis Pengusaha di Sragen, Hanya 2 Bulan Uangnya Dikuras Penipu Sampai Sragen Rp 507 Juta. Habis Transfer HP Langsung Diblokir

Catatan transfer uang korban ke terlapor seperti yang disampaikan pada laporan ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan penipuan yang dilakukan pria asal Klaten, berinisial HS (54) terhadap pasangan suami istri asal Dukuh Butuh RT 34, Banaran, Sambungmacan, Sudarno (61) dan Suparyanti (57), menguak fakta baru.

Aksi penipuan berkedok pencairan dana beku miliaran rupiah yang dilakukan warga Jl Ki Ageng Gribig, Margo Mulyo, Klaten Utara, Klaten itu ternyata hanya dilakukan dalam kurun 2 bulan.

Selama dua bulan itu, korban yang berprofesi sebagai pengusaha, ditipu habis-habisan. Pasutri itu diminta mentransfer uang ke rekening IRH, rekan HS yang sudah diskenario menampung setoran.

Dalam dua bulan Oktober sampai Desember 2019, korban mentransfer total Rp 507,5 juta. Namun impian bisa mendapat uang beku Rp 65 miliar hanya harapan kosong.

Setelah uang ditransfer, pelaku kabur dan IRH yang menerima transferan langsung memblokir nomor HP-nya.

Baca Juga :  Ngeri, Detik-Detik Kecelakaan Maut Adu Banteng Tewaskan 1 Pemotor di Jetak Sidoharjo Sragen Pagi Ini. Sempat Lawan Arus Lalu Dipenggal dari Depan

Aliran transferan itu tertuang dalam laporan korban ke Polres Sragen, April 2021 lalu. Kepada wartawan, Suparyanti menuturkan ia dan suaminya tertarik tawaran HS karena dana beku Rp 65 miliar tersebut dijanjikan akan diberikan dengan sistem hutang bunga ringan.

Setelah terjadi kesepakatan, kemudian dilakukan pertemuan di rest area tol Sragen dan rencana pembelian SPBU dinilai memenuhi syarat untuk pinjam dana.

”Namun ada dana untuk mengurus itu, per Rp 1 miliar, dikenai Rp 1 juta. Setelah berapa hari kita ketemuan di rumah makan di Sragen. Terlapor memastikan dananya riil dan ada, dijanjikan 3 minggu cair,” terang Paryanti, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Korban penipuan bermodus dana beku miliaran asal Sambungmacan, saat berada di Polres Sragen. Foto/Wardoyo

Setelah itu, sebagai uang awal, Suparyanti menyetorkan Rp 45 juta agar bisa mencairkan Rp 45 miliar untuk membeli SPBU.

Setelah itu, pelaku berdalih menerjunkan tim survey yang dilakukan SH Slamet Harjaka (SH) dan Ika Rini Handayani (IRH). Dua orang ini ternyata adalah rekan HS yang dipersiapkan memuluskan rencana penipuannya.

Baca Juga :  Nyeberang Asal Nyelonong, Pemotor Laki-laki Dipenggal Pemotor Perempuan di Gemolong Sragen. Satu Korban Patah Kaki

“Setelah survey dan diajak makan, minta lagi Rp 20 juta dan diberi secara cash,” jelas Suparyanti.

Selang berapa hari HS kembali lagi menghubungi meminta Rp 15 juta dan berkunjung ke Klaten. Lantas mengalihkan transfer ke IRH untuk keperluan pencairan.

Selama kurun dua bulan, ia mengaku sudah mentransfer sebanyak 15 kali antara Rp 5 juta sampai Rp 100 juta. Total semua uang yang ditransfer mencapai Rp 507,5 juta.

“Setelah minta uang beberapa kali, handphone kita diblokir sama IRH itu. Hubungan kita hanya sama HS dan HS tidak transparan bahwa ternyata tim pencairan SH dan IRH merupakan suami Istri,” urai Paryanti.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua