JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

SPI Sebut Harga Beras Naik Rata-rata Rp 1.000 per Kilogram, Diprediksi Akan Terus Naik Hingga Awal 2023

Stok beras Bulog di salah satu gudang penyimpanan di wilayah Surakarta. Foto: Bulog

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Harga beras saat ini mengalami kenaikan rata-rata sebesar 10 hingga 15 persen atau Rp 1.000 rupiah per kilogram.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, Rabu (15/9/2022).

“Dilihat dari harga bulan Agustus, rata-rata naik Rp 1.000 per kilogram, untuk semua kelas beras,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu, (15/9/2022).

Lanjutnya , kenaikan harga beras terjadi lantaran kini curah hujan masih tinggi dan belum memasuki musim panen. Ia pun memprediksikan harga beras akan terus naik hingga awal tahun 2023.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menguraikan harga beras kualitas premium di penggilingan mencapai Rp 9.901 per kilogram atau naik 2,83 persen. Sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.358 per kilogram atau naik 2,93 persen. Kemudian harga beras luar kualitas di penggilingan mencapai Rp9.069 per kilogram atau naik 1,84 persen.

Baca Juga :  Nyawa Tak Bisa Dinilai Uang, Jokowi Berikan Santunan Rp 50 Juta untuk Semua Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

Adapun harga rata-rata gabah kering panen atau GKP di tingkat petani kini mencapai Rp4.865 per kilogram atau naik 6,49 persen. Sedangkan di tingkat penggilingan, harganya Rp4.986 per kilogram atau naik 6,49 persen.

Sementara itu, rata-rata harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani mencapai Rp5.495 per kilogram atau naik 5,47 persen. Sedangkan di tingkat penggilingan, harganya Rp5.615 per kilogram atau naik 5,49 persen.

Baca Juga :  PKB dan Gerindra Sama-sama Usung  Ketum Mereka Sebagai Capres,  Fadli Zon Bicara Soal  Efek Ekor Jas

Harga gabah di luar kualitas di tingkat petani mencapai Rp 4.532 kilogram atau naik 5,27 persen. Di tingkat penggilingan, harganya mencapai Rp4.640 per kilogram atau naik 5,16 persen.

Henry menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik, terdapat kasus harga di bawah HPP di tingkat petani sebanyak 149 kasus atau 8,96 persen. Sedangkan di tingkat penggilingan, ada sebanyak 323 kasus atau 19,42 persen.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pun mengungkapkan harga beras saat ini memang mengalam sedikit kenaikan. Menurutnya, berapa pun kenaikan harga beras, tetap harus diwaspadai karena sangat mempengaruhi tingkat inflasi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com