loading...
Loading...
Tanah retak di dasar Waduk Gajah Mungkur

WONOGIRI—Sedikitnya delapan kecamatan di Wonogiri akan menjadi prioritas program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun ini.

Kedelapan kecamatan itu merupakan wilayah endemik kekeringan, dan berada di Wonogiri sisi selatan. Dana belasan miliar dipastikan mengalir untuk penyediaan air di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Ganti Rugi 277 Lahan Terdampak Proyek Waduk Pidekso Belum Dibayarkan

“Kuota Pamsimas ada sekitar 25 titik, nanti yang 20 titik akan kami arahkan ke selatan. Terutama delapan kecamatan yang sering mengalami kekeringan itu,” kata Bupati Joko Sutopo, Senin (7/5/2018).

Dia menerangkan, langkah tersebut sengaja ditempuh untuk mengatasi secara permanen bencana kekeringan. Hampir bisa dipastikan setiap datang kekeringan, kedelapan wilayah akan terdampak.

Baca Juga :  Update Kasus Video Camat Purwantoro Wonogiri, Dikenai Sanksi Disiplin

“Alokasi Pamsimas berasal dari Dana Alokasi Khusus untuk 12 titik dan dari dana pendampingan sebanyak 13 titik. Adapun total dana yang digelontorkan untuk program Pamsimas tersebut mencapai Rp 12 Miliar,” sebut Bupati.

Baca Juga :  Gowes Bersama Pamen Kodam IV/Diponegoro. Ini Jalurnya Dari De Tjolomadoe Hingga The Park

Delapan kecamatan yang bakal digelontor pogram itu antara lain, Paranggupito, Pracimantoro, Manyaran, Eromoko, Selogiri, Giritontro, Giriwoyo, dan Nguntoronadi. Program Pamsimas dari pemerintah pusat akan dikombinasikan dengan program dari Pemkab Wonogiri untuk mengatasi kekeringan secara permanen. Aris Arianto

Iklan
Loading...