Beranda Umum Nasional Astaga, Siswi Kelas 1 SD yang Kecanduan Begituan Ternyata Sudah Diajari Nonton...

Astaga, Siswi Kelas 1 SD yang Kecanduan Begituan Ternyata Sudah Diajari Nonton Video Dewasa Sejak Usia 3 Tahun

7493
BAGIKAN
YK, siswi SD pengidap kecanduan seks. Foto/Tribunnews

JOGLOSEMARNEWS-  Mencuatnya kasus kecanduan asusila yang dialami YK,  siswi kelas I SD asal Surabaya, memang mengentakkan publik. Siapa sangka,  bocah kecil yang baru berusia 8 tahun itu sudah mengalami kecanduan bedaregan dewasa dan nekat menjadikan tiga adiknya sebagai korbannya.

Namun,  di balik kelainan yang dialami YK, ternyata ada latar belakang mengejutkan yang memicu bocah perempuan itu akhirnya menjadi keranjingan seks di usia yang jauh dari kelaziman.

Berikut ini sederet fakta miris terkait penyimpangan yang dialami YK.

1. Belajar Nonton Video dewasa  dari Kecil

Terungkapnya kasus kelainan kecanduan seks pada YK diduga kuat memang terjadi akibat kebiasaannya dan lingkungannya. Dinas setempat menduga penyebab perilaku menyimpang YK adalah karena ia diajarkan untuk menonton video asusila sejak usia 3 tahun.

“Berdasarkan penelusuran, kemungkinan YK sudah diajari untuk melakukan aktivitas orang dewasa tersebut saat masih usia sangat dini. Bahkan sejak usia tiga atau empat tahun, ” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, Nanis Chairani.

2. Tertular TBC Neneknya 

Terkuaknya perilaku YK adalah ketika orangtuanya mengambil YK dari asuhan neneknya pada tahun 2016.

Diketahui YK dititipkan pada neneknya, tapi kemudian diambil karena sang nenek sakit TBC dan YK tertular.

Saat diambil, ibunya kemudian mengetahui jika YK memiliki perilaku menyimpang tersebut.

3. Sering Ajari Adiknya

YK juga kerap mengajari adik-adiknya untuk berbuat tak senonoh.

“Adiknya cerita ke ibunya, diajarkan berciuman seperti orang dewasa. Lalu adiknya yang laki-laki dan perempuan itu juga diajarkan untuk memainkan alat kelamin, dia juga meminta untuk direkam saat memegang pantat dan juga telanjang,” ucap Nanis.

Baca Juga :  PWI Sebut Fatwa Haram PWNU DIY atas ILC Adalah Bentuk Penyensoran Produk Pers

Begitu mendengar pengaduan sang adik, orang tuanya justru marah dan memukul YK. Akan tetapi ibunya sadar bahwa itu tidak akan mampu menyembuhkan YK.

Itu sebabnya ibu YK kemudian memutuskan untuk mengadu ke Pemkot Surabaya.  Dari pengaduan tersebut, Pemkot Surabaya segera melakukan tindakan lebih lanjut pada YK.

4. Tinggal di  Dolly

YK diketahui sempat tinggal di kawasan prostitusi Dolly yang saat itu belum ditutup. YK tinggal bersama neneknya yang berjualan nasi di kawasan tersebut.

Dari penelusuran pihak Pemkot Surabaya, diduga di sanalah YK diajari hal-hal tak senonoh tersebut.

“Kami menemukan kasus anak yang mengalami seakaddict lagi. Temuannya baru kemarin. Anak ini diketahui sejak usia dua tahun dititipkan ke neneknya yang tinggal di Dolly,” ucap Nanis.

www.tribunnews.com