JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jadi Pusat Perhatian, 2 Bule Asal Belanda Ikut Jalan Sehat HUT PDAM Sragen. Ternyata Datang Bantu Rp 1 M Lebih 

Dua bule asal Belanda yang merupakan utusan Oasen saat ikut jalan sehat HUT PDAM Sragen. Foto/Wardoyo
Dua bule asal Belanda yang merupakan utusan Oasen saat ikut jalan sehat HUT PDAM Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ada sesuatu nan beda dalam HUT ke-28 PDAM Sragen Tahun 2018 yang dimeriahkan dengan Jalan Sehat, pagi kemarin. Tak hanya ratusan karyawan dan keluarganya, jalan sehat mengitari Sragen Kota itu juga menyita perhatian publik lantaran kedatangan tamu istimewa.

Ya, sosok dua orang warga negara asing (WNA) yang ikut rombongan gerak jalan dan berkostum sama, mendadak menjadi perhatian rombongan dan warga di sepanjang rute.

Sama halnya peserta lainnya, dua bule itu juga antusias mengikuti gerak jalan dari start hingga finish di kantor PDAM Sragen.

Siapa mereka sebenarnya? “Mereka adalah tim dari Oasen Belanda (PDAM-nya Belanda). Namanya Hank dan Theo. Mereka kebetulan sedang menjalankan tugas monitoring dan evaluasi program kerjasama Oasen dengan PDAM Sragen terkait penurunan kebocoran air atau Non Revenue Water (NRW),” papar Dirut PDAM Sragen, Supardi Sabtu (15/12/2018).

Baca Juga :  Hadir di Sragen, Ini Dia Juara Stand Up Comedy Sesi HUT TNI yang Digelar Kodim 0725. Mahmud Yunus Jadi Bintang

Supardi menuturkan dua delegasi Oasen itu sudah sepekan berada di Sragen untuk misi itu. Kunjungan kali ini menjadi yang ke-14 Oasen ke Sragen. Hal itu merupakan tindaklanjut kerjasama dengan PDAM Sragen yang meliputi peningkatan SDM, penurunan NRW dan pelayanan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Salah satu poin pelayanan MBR kita fokuskan di Tangen dan Jenar,” terangnya.

Selain melakukan monitoring, Oasen juga memberikan bantuan sebanyak enam alat water meter elektromagnetik.

Saat ini, bantuan alat itu sudah dikirim dan masih dalam proses bea cukai.

Baca Juga :  Bengkel dan Ruko Wahyono di Jetak Sidoharjo Sragen Terbakar Hebat. Ratusan Tabung Gas Meledak, Semua Dagangan dan Onderdil Ludes, Kerugian Rp 0,5 Miliar

“Enam alat itu nilainya Rp 1 miliar lebih,” urai Supardi.

Alat canggih itu berfungsi mendeteksi kebocoran dan kapasitas produksi air secara lebih akurat.

Dirut PDAM Karawang, M Sholeh yang juga mantan Direktur PDAM Sragen ikut hadir dan jalan sehat. Foto/Istimewa

Peralatan itu dilengkapi dengan sensor sehingga bisa dengan akurat mendeteksi apabila ada troubel dan kenaikan konsumsi air di pelanggan.

“Sekarang NRW kita masih di angka 30 persen. Tapi itu kan hanya kisaran, kalau pakai water meter elektromagnetik itu jadi lebih akurat berapa kebocoran pastinya. Standar kebocoran nasional 20 persen. Dengan pendampingan dari Oasen kebocoran di PDAM Sragen mulai menurun. Di Sidoharjo tinggal 8 persen, di Masaran awalnya 34 persen, Desember ini sudah turun jadi 19,6 persen,” tandasnya. Wardoyo