loading...
Loading...
Pegawai karamba jala apung WGM Wonogiri memantau perkembangan ikan

WONOGIRI-Hingga saat ini tingkat konsumsi ikan di wilayah Wonogiri ternyat masih sangat rendah. Jika dibandingkan bahkan masih jauh di bawah rata-rata secara nasional.

Data dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri, konsumsi ikan di Wonogiri saat ini baru menyentuh angka 22,05 kilogram/kapita/tahun. Padahal untuk standar nasional sudah di angka 40 kilogram/kapita/tahun.

Baca Juga :  Gandeng Mahasiswa, Polres Wonogiri Sumbangkan Ratusan Tangki Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

“Perlu ada upaya terus-menerus yang mendorong masyarakat agar gemar makan ikan,” ujar Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dislapernak Wonogiri, Sutardi, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (7/2/2019).

Padahal, menurut dia, produksi ikan Wonogiri, tergolong tinggi. Mengingat potensi perairan di Kota Mete itu juga luas. Produksi ikan khususnya dari Waduk Gajah Mungkur setiap tahun lebih dari 8.000 ton. Belum ditambah hasil tangkapan laut dan perairan tawar lainnya.

Baca Juga :  Kekeringan di Wonogiri, Sumur Kuno Omben Sepur Dilirik Jadi Sumber Air Bersih

Produksi yang tinggi tersebut, menurut dia, mestinya dibarengi dengan konsumsi yang tinggi pula. Sayang hal itu belum tercapai.

“Kami berharap dapat memunculkan inovasi keragaman masakan berbahan dasar ikan, sehingga dapat meningkatkan gizi dan konsumsi, serta secara ekonomis dapat mendukung ekonomi kreatif untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Baca Juga :  Ambyar, 1 Tewas Kecelakaan di Kalikatir Nambangan Selogiri. Diduga Ngantuk Yamaha Mio Tabrakan dengan Pikap Hitam

Terkait dengan pengolahan ikan, pihaknya berharap adanya upaya sosialisasi dan pembinaan terus menerus agar hasil olahan ikan di Kabupaten Wonogiri dapat dipasarkan secara higienis. Serta dengan kemasan khusus agar bisa dikonsumsi secara sehat oleh masyarakat maupun turis-turis yang berkunjung ke Wonogiri. Aris Arianto

Loading...