loading...
Loading...
Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra menutupi wajahnya saat keluar dari gedung KPK usai diperiksa setelah terjaring OTT, di Jakarta, Selasa malam, 20 Agustus 2019. Tiga tersangka dalam OTT tersebut, yaitu Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana, jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta Eka Safitra, dan jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono. Tempo.co

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Jaksa Kejaksaan Negeri Solo, Satriawan Sulaksono (33) yang menjadi DPO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui absen kerja sejak Senin (19/8/2019).

Menurut Kepala Kejari Solo, Rini Hartatie, ketidakhadiran Satriawan di lembaga yang dipimpinnya tidak mengganggu kinerja Kejari sama sekali.

“Iya memang benar jaksa di sini (Satriawan-red), tapi beberapa hari sudah tidak masuk kerja. Namjn hal itu tidak menganggu kinerja kejaksaan sama sekali. Kami tetap bekerja untuk Kota Solo. Sehingga kasus ini tidak menjadi kendala kami dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Seperti Kamis (22/8/2019), kami akan menangani tilang 3 ribu orang,” paparnya, Rabu (21/8/2019).

Baca Juga :  Kota Solo Terima Piala Wahana Tata Nugraha Tahun 2019

Namun demikian, Rini tidak memberikan banyak komentar soal kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Satriawan.

“Kalau soal kasus OTT, silahkan tanya kepada Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI. Karena kami satu pintu yang berhak memberikan keterangan terkait hal itu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pesta Miras di Pinggir Bengawan Solo Tewaskan 5 Orang, Peracik Menyerahkan Diri. Bahan yang Dipakai Ada Jamu Pahitan sampai Alkohol 96%

Sementara itu, berdasarkan penelusuran di lapangan, tepatnya di lingkungan sekitar rumah, Satriawam dikenal sebagai sosok yang baik dan mudah akrab dengan siapa saja. Satriawan diketahui tinggal di Dukuh Tanon Lor, RT 2 RW, Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Warga pun masih melihatnya melaksanakan ibadah Sholat Magrib di masjid kampung, Senin (19/8/2019).

Baca Juga :  Dahlan Rais Resmikan Gedung Baru Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah

“Anak saya masih ketemu Pak Satriawan di masjid Senin malam. Setelah itu sampai sskarang sudah tidak kelihatan meski mobilnya ada di rumah,” ujar Sarjo Hando (80), ketua RT setempat. Triawati PP

Loading...