JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Geger Penemuan Mayat Hangus Terbakar di Dusun Baok. Korban Diduga Berasal Dari Pabelan 

Foto/Humas Polda
Foto/Humas Polda

UNGARAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Dusun Baok, Desa Ujung – Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat di tengah sisa – sisa pembakaran daun bambu di kebun pekarangan milik Tijah, Minggu (29/09/2019).

Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi membenarkan perihal meninggalnya Tijah (81) warga Dusun Baok RT 01 RW 04, Desa Ujung – Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

“Berdasar keterangan dari masyarakat setempat bahwa sekira pukul 09.00 WIB, korban sempat kembali ke rumah untuk makan, namun selesai makan korban kembali menuju ke pekarangan dan diketahui saudara Pulung Widodo,” ungkap Iptu Budi dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Pelurunya Nyasar Tembus Paha Petani, Pemburu Babi Hutan di Banjarnegara Ditangkap Polisi. Terancam 5 Tahun Penjara

Barulah sekira pukul 11.00 WIB korban ditemukan meninggal dunia oleh saudara Basir, namun api di kebun sudah dalam kondisi padam, imbuh Iptu Budi.

Sementara itu, berdasar informasi dihimpun dari warga setempat, korban awalnya terlihat membakar lahan kebun miliknya yang banyak ditutupi gambut daun Bambu.

Tanpa disadarinya rembetan api membesar dan menutup akses keluar masuk tempat korban ditemukan meninggal.

“Tadi saya lihat mbah Tijah bersih – bersih, habis itu daun bambu yang kering dibakar, tapi kok tiba – tiba denger mbah Tijah meninggal di tengah kebun yang terbakar,” ungkap Harno.

Baca Juga :  Geger Mayat Gadis 14 Tahun Ditemukan di Pekarangan Kebumen. Diduga Disetubuhi Baru Dibunuh

Ditandaskan oleh Iptu Budi, atas peristiwa tersebut, pihak keluarga menolak untuk dilakukan prosesi autopsi terhadap jenazah korban, setelah selesai dilakukan pemeriksaan oleh Sat Reskrim Polres Semarang, tim INAFIS dan tim medis, korban segera dikebumikan.

“Setelah selesai pemeriksaan oleh jajaran Sat Reskrim, tim INAFIS dan tim medis, korban segera dikebumikan di pemakaman umum setempat. Karena keluarga korban tidak berkenan dengan bila dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” pungkas Iptu Budi. JSnews

Bagi Halaman