JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Panas Dingin Politik Sragen, Beredar Kabar Gerindra Sudah Buat Rekom Dukung Yuni. Sekretaris DPD Gerindra: Nggak Perlu Kaget, Nggak Boleh Baper!

Sriyanto Saputro. Foto/Wardoyo

loading...
Sriyanto Saputro. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Situasi politik Sragen pasca turunnya rekomendasi PDIP yang berkoalisi dengan PKB mengusung Yuni-Suroto di Pilkada 2020, makin menghangat.

Di tengah lobi-lobi berbagai lini dari beberapa parpol untuk mengerucutkan harapan menjadi penantang petahana, mendadak beredar kabar mengejutkan perihal Partai Gerindra yang disebut sudah meneken rekom untuk merapat ke duet PDIP-PKB.

Kabar tersebut santer menjadi perbincangan para pakar dan pelaku politik di Sragen dua hari terakhir. Sejumlah petinggi dan pengurus beberapa partai di luar PDIP-PKB, bahkan saling bertanya dan mengorek informasi soal kebenaran kabar rekom tersebut.

Menanggapi kabar itu, Sekretaris DPD Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro memastikan hingga kini belum ada keputusan atau surat rekomendasi dari Gerindra untuk Pilkada Sragen.

Menurutnya, saat ini, partainya masih mengintensifkan komunikasi politik dengan partai mana pun di Sragen. Komunikasi itu dilakukan dengan parpol-parpol termasuk dengan PDIP.

“Keputusan akhirnya nanti seperti apa ya kita patuh dan tunggu keputusan dari DPP. Yang jelas sampai detik ini belum ada putusan dan kami belum tahu,” papar Sriyanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM Minggu (1/3/2020).

Baca Juga :  Terungkap, 2 Kasus Baru Positif Covid-19 Sragen, Satu Warga Kalikobok Tanon Kerja Kuli Panggul, Satunya Tenaga Medis dari Gemolong. Diyakini Transmisi Lokal, Gelombang Baru Covid-19?

Sriyanto menguraikan di Gerindra, mekanisme rekomendasi biasanya diproses lewat DPP kemudian diajukan ke DPP.

Ketika sudah ada putusan dari DPP, biasanya juga turun lewat DPD baru ke DPC sehingga DPD biasanya akan tahu jika rekomendasi turun.

Namun, ia memastikan bukan hanya Sragen saja, sampai hari Gerindra juga belum mengeluarkan satu pun putusan untuk 21 daerah di Jateng yang akan menggelar Pilkada 2020.

Dengan kondisi itu, ia memandang informasi apapun yang beredar di lapangan juga sah-sah saja. Termasuk, wacana mendorong poros baru untuk melawan petahana, juga sah-sah saja.

“Yang namanya politik itu ya nggak perlu kaget dan nggak boleh baper. Misalnya ternyata endingnya kami bersama PDIP, bukan hal yang mengagetkan. Toh di beberapa daerah kita juga bersama PDIP. Politik itu dinamis, berbagai kemungkinan bisa terjadi,” tukasnya.

Meski demikian, legislator Provinsi Jateng itu menekankan sebagai kader, nantinya apabila sudah ada keputusan resmi dari DPP, semua akan patuh dan tunduk.

Baca Juga :  Kecelakaan Tragis di Tikungan Jetis Sragen, Truk Tangki Terguling Masuk Selokan Sedalam 4 Meter. Truk Dikemudikan Pria dan Bawa Wanita di Sampingnya, Begini Kondisinya!

“Tapi ini masih dinamis. Kita tunggu saja,” tandasnya.

Di Sragen, Gerindra juga memegang peranan strategis. Dengan lima kursi yang dimiliki, partai besutan Prabowo Subianto ini punya kans besar menentukan konstelasi apakah poros baru pelawan petahana bakal bisa melenggang.

Sementara tak hanya Gerindra, hingga kini Golkar juga belum menentukan sikap. Golkar juga bakal menjadi kartu as karena dengan enam kursi yang dimiliki, partai ini disebut-sebut bakal diharapkan oleh salah satu kandidat, Sukiman, untuk meraih tiket agar bisa berlaga ke Pilkada.

Plt Ketua DPD Golkar Sragen, Anton Lami Suhadi mengaku belum bisa berkomentar dan mengisyaratkan akan menyampaikan sikap Golkar untuk Pilkada Sragen pada pekan depan.

“Nanti akan kami sampaikan pekan depan,” paparnya via pesan WA.

Sebelumnya dua partai yakni PAN dan Demokrat melalui Ketua DPD dan DPC mereka, sudah menyatakan hampir pasti mendukung koalisi PDIP-PKB yang akan mengusung Yuni-Suroto. Wardoyo