JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

BLT DD Sragen Mulai Dicairkan, Data Penerima di 33 Desa Belum Masuk. BLT 20.652 KK di 163 Desa Sedot Rp 73 Miliar

Salah satu Ketua RT di Desa Pringanom, Masaran saat menerima simbolis BLT DD untuk warganya, Selasa (19/5/2020). Foto/Wardoyo
Salah satu Ketua RT di Desa Pringanom, Masaran saat menerima simbolis BLT DD untuk warganya, Selasa (19/5/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa (DD) untuk warga miskin terdampak corona virus atau covid-19 di Sragen, mulai dicairkan Selasa (19/5/2020).

Data yang sudah masuk sementara ada 20.652 KK penerima dari 163 desa dengan alokasi sebesar Rp 73 miliar. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sragen, Joko Suratno di sela peresmian penyaluran BLT DD oleh Bupati di Bank Jateng Sragen, Selasa (19/5/2020).

Joko mengungkapkan untuk pencairan simbolis hari ini, ada tiga desa yang dijadikan pilot project. Yakni Desa Slendro Gesi, Pringanom Masaran dan Sumberejo Mondokan.

“Di Kabupaten Sragen, BLT DD dicairkan non tunai. Tujuannya biar akuntabel dan bisa segera diterimakan penerima. Yang membayarkan Bank Jateng sebagai pemegang rekening kas desa. Jadi dana ditransfer oleh Bank Jateng ke penerima BLT DD,” paparnya.

Baca Juga :  Kekeringan Mulai Landa Tangen Sragen. Ada 750 Jiwa di 15 RT Desa Ngrombo Kesulitan Air Bersih, Warga Berharap Bantuan Droping

Ia menjelaskan mekanisme pencairan BLT DD yakni dari desa memerintahkan Bank Jateng untuk menyalurkan ke rekening penerima.

Data penerima BLT DD sendiri sebelumnya sudah diverifikasi lewat Musyawarah Desa (Musdes). Sebelum dimusdeskan, data penerima terlebih dahulu dijaring lewar tim dan relawan covid-19 masing-masing RT.

“Masing-masing KK menerima Rp 600.000 perbulan selama tiga kali penerimaan. Jadi total Rp 1,8 juta yang diterimakan selama tiga kali,” urainya.

Hingga hari ini tadi, jumlah data penerima BLT DD yang sudah masuk dari 163 desa tercatat sebanyak 20.652 KK atau warga penerima. Dari jumlah itu, anggaran yang dibayarkan sebesar Rp 37,018 miliar.

Baca Juga :  35 Perajin Batik Masaran Sragen Digelontor Bantuan dan Bimtek dari Kementerian Perindustrian. Direktur IKM Berharap Industri Batik Sragen Makin Berkembang, Pemasaran Online Mulai Bangkitkan Gairah Perajin

Jumlah itu masih akan berkembang karena hingga hari ini masih ada 33 desa yang belum menyelesaikan Musdes. Ia memprediksi 33 desa itu akan segera menyetorkan data pada dua hari ke depan.

“Mungkin yang 33 desa itu hari ini baru Musdes. Kalau data sudah masuk, nanti langsung dicairkan. Harapannya dalam waktu dekat, pencairan bisa selesai,” terangnya.

Joko menambahkan untuk pencairan kewenangan penuh Bank Jateng. Yang jelas, pencairan dilakukan setiap hari sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh Bank Jateng.

“Hari ini simbolis tiga desa dicairkan. Tapi mungkin besok bisa 20 atau 23 desa. Teknisnya yang mengatur pencairan Bank Jateng,” tandasnya. Wardoyo