JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Akhir Libur Panjang, Kasus Covid-19 Solo Melonjak Jadi 1.213 Kasus

Ilustrasi kenaikan covid-19. pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Menutup momen libur panjang pekan ini, jumlah kasus positif covid-19 di Solo melonjak total jadi 1.213 kasus per Minggu (1/11/2020). Jumlah tersebut terdiri dari 832 kasus sembuh, 259 kasus isolasi mandiri, 73 kasus dirawat di RS, serta 49 kasus meninggal dunia.

Penambahan kasus positif covid-19 dua hari terakhir pada libur panjang terjadi sebanyak 38 kasus terinci dalam 18 penambahan kasus pada Sabtu (31/10/2020) dan 20 penambahan kasus pada Minggu (1/11/2020). Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani menuturkan, penambahan kasus terjadi dari berbagai sumber diantaranya hasil swan mandiri dan pasien suspek naik kelas dan hasil tracing kasus sebelumnya.

Baca Juga :  Bertemu Gibran, Eks Napi Bom Bali Menaruh Harapan Ini

“Penambahannya bervariasi, kalau selama dua hari (Sabtu-Minggu) penambahan dari hasil warga swan mandiri sebanyak 14 kasus dan 17 kasus hasil tracing kasus sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menghimbau kepada seluruh warganya yang berada di perantauan agar tidak mudik selama vaksin covid-19 belum ditemukan dan diimplementasikan. Hal itu dilontarkannya menyusul momen liburan panjang yang akan datang di akhir pekan lalu.

“Saya menghimbau pada warga yang di perantauan, tidak perlu pulang kampung dulu sebelum vaksin (covid-19) ditemukan. Lebih baik liburan di tempat bekerja bersama keluarga di sana. Baru kalau sudah aman kita bisa ketemu keluarga,” paparnya, di Solo, Selasa, 27 Oktober 2020.

Baca Juga :  Togog dan Katno, Rekan "Bisnis" Pencuri-Penadah Ini Akhirnya Dibekuk Reskrim Polsek Serengan Solo

Sementara itu, Pasar Harjodaksino yang sempat ditutup sepekan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Solo akibat salah satu pedagangnya meninggal dunia karena covid-19 dibuka kembali mulai Senin (2/11/2020).

“Penutupan Pasar Harjodaksino kali ini yang kedua kalinya. Sebelumnya Bulan Juli juga ditutup sepekan karena pedagangnya ada yang positif covid-19. Sekarang malah ada yang meninggal karena covid-19,” urai Kepala Disdag, Heru Sunardi. Prihatsari