JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kemenkomarves Apresiasi Pemprov Jateng dalam Penanganan Pandemi COVID-19

Ferry Akbar Pasaribu selaku Asisten Deputi Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi Kemenkomarves usai rakor evaluasi penanganan COVID-19 saat melaksanakan kunjungan kerja diterima Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo di komplek kantor Gubernuran Pemprov Jateng belum lama ini. Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penanganan COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah diapresiasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

Hal itu tidak terlepas dari aspek strategi penurunan kasus, tingkat kesembuhan yang semakin tinggi, dan penanganan kasus yang sudah terintegrasi di wilayah Jawa Tengah.

“Jateng cukup berhasil dalam menangani COVID-19. Ini memang bukan pekerjaan yang mudah dan tidak ada kata akhir. Karena kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir,” ujar Ferry Akbar Pasaribu selaku Asisten Deputi Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi Kemenkomarves usai rakor evaluasi penanganan COVID-19, belum lama ini.

Meski begitu, pihaknya meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan mitigasi serta memperkuat sistem data sehingga jaringannya semakin kuat, pelaporannya cepat, dan simpel.

Baca Juga :  Tak Tahan Kemolekan, Bapak Muda Warga Bulu Tega Perkosa Anak Tirinya Yang Masih Imut Berulangkali Sampai Hamil 5 Bulan. Pelaku Ancam Akan Ceraikan Ibunya Jika Berontak!

“Aspek data harus segera dibenahi, tanpa data pemerintah (pusat) kesulitan menentukan kebijakan yang tepat. Kami juga terus berkomunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya penanganan COVID-19,” kata Ferry.

Disamping itu, Penasihat Kemenkomarves Monica Nirmala mengatakan agar Pemprov Jateng tetap menggencarkan 3T ( testing, tracing, treatment).

“Banyak masyarakat yang menolak untuk melakukan tes tracing dan dilakukan isolasi karena stigma yang begitu kuat. Jadi memang perlu dipikirkan strategi-strategi komunikasi publik yang disesuaikan kultur budaya dan segmen masing-masing daerah,” katanya.

Monica memberikan saran agar melakukan optimalisasi fasilitas isolasi terpusat. Optimalisasi tersebut dimaksudkan agar membantu masyarakat melakukan isolasi mandiri secara layak dan aman, serta pengawasan dan kontrolnya juga lebih mudah.

Baca Juga :  Geger Sepeda Motor Revo Milik Pedagang Mendadak Terbakar Hebat. Begini Hasil Olah TKP Polisi!

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo menerangkan penanganan COVID-19 di Jateng menunjukkan hal positif. Terlebih, Jateng memiliki jaringan laboratorium sebanyak 26 yang tersebar di berbagai daerah.

“Namun demikian, ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukan, termasuk mengintegrasikan data antara pemprov dengan pemerintah pusat. Meskipun data Jateng sudah terintegrasi secara online, tetapi perlu adanya perbaikan,” katanya.

Prasetyo menerangkan operasi yustisi telah ditingkatkan selama beberapa bulan terakhir untuk menggencarkan gerakan 3M dan 3T. Sedangkan isolasi terpusat, lanjut dia, hampir semua kabupaten dan kota di Jateng sudah memiliki isolasi terpusat dengan memanfaatkan bangunan atau fasilitas umum milik pemerintah setempat. Kahlil Tama