JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hujan dan Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah TKW Karni Tiba di Rumah Duka. Tak Kuat Kehilangan, Keluarga Sampai Berkali-Kali Jatuh Pingsan

Keluarga dan warga saat mengangkat peti jenazah TKW Karni menuju ke rumah duka, Senin (15/2/2021) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah menunggu hampir 18 hari, Karni (47) TKW asal Kampung Tanon RT 1/1, Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, akhirnya tiba di kampung halaman, Senin (15/2/2021) malam pukul 23:40 WIB.

Isak tangis dan hujan air mata menyambut kedatangan peti jenazah TKW dua anak itu.

Jenazah TKW pembantu rumah tangga itu diterbangkan dari Arab Saudi menunju bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Senin (15/2/2021) pagi.

Kemudian jenazah tiba di Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB dan diantar ke kampung halaman di Tanon Sragen mengunakan mobil ambulans.

Sejak sore, keluarga dan warga sekitar sudah menunggu kedatangan peti jenazah almarhumah.

Tangis keluarga langsung pecah begitu mobil ambulans dibuka dan peti jenazah diturunkan. Begitu peti dibawa masuk ke dalam rumah, terlihat salah satu anggota keluarga pingsan berkali-kali.

Baca Juga :  Miris, Siswi SMP di Sukodono Sragen Juga Diperkosa Berjamaah oleh 3 Temannya di Kamar Mandi Balaidesa. Korban Digilir Bergantian Siang Hari

Mereka tak percaya TKW tulang punggung keluarga yang hampir 16 tahun tidak pernah pulang ke rumah, kini pulang dalam keadaan meninggal dunia.

Kades Tanon, Luqman Hakim saat ditemui menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa warganya.

Menurutnya sosok Karni adalah wanita hebat pekerja keras untuk keluarga di rumah.

“Bu karni itu memang bekerja di Arab Saudi kurang lebih 15 tahun di sana, tidak lain untuk mencukupi kebutuhan keluarga juga. Nggak taunya di awal tahun 2021 malah kita mendapatkan kabar yang semacam itu (meninggal). Kami sangat berduka mendalam atas meninggalnya beliau,” paparnya ditemui di rumah duka, Senin (15/2/2021) malam.

Baca Juga :  10.000 Guru di Sragen Masuk Daftar Disuntik Vaksin Covid-19. Dinas Pendidikan Tak Sabar Berharap Segera Diterapkan Pembelajaran Tatap Muka!

Kades mengatakan Karni meninggalkan dua anak dan suami yang bekerja sebagai petani. Tidak hanya itu sosok Karni sebelum meninggal dunia juga sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui pesan Whatsapp (WA).

“Benar anak dua dan suami bekerja sebagai buruh tani, saya sendiri belum melihat pesan WA bu Karni secara langsung tapi intinya di keluarga ada pesan pesan WA dari beliau almarhumah,” bebernya.

Sementara itu, santunan untuk TKW asal Tanon tersebut juga sudah disampaikan pada pihak keluarga.

“Tadi ada santunan dari pusat kementerian tenaga kerja yabg diwakili pak Teguh, sedangkan dari kabupaten sendiri tadi diwakili bapak Joko Suratno pesan dari ibu bupati untuk santunan bagi keluarga yang ditinggalkan,” bebernya. Wardoyo