JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Simak Baik-Baik Kalau Pilih Gembok, Komplotan Pencuri Ini Ungkap Alasan Incar Kantor atau Rumah yang Pakai Gembok Model Begini. Katanya Sekali Tekan Diklik Bisa Langsung Lepas!

Barang bukti gembok yang diamankan Polres Sragen dari tersangka komplotan pencuri dan paling disukai komplotan pencuri karena dinilai mudah dibandrek pakai alat khusus. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penangkapan komplotan pencuri spesialis kantor dan kios asal Boyolali oleh Polres Sragen dan Polsek Sumberlawang beberapa hari lalu, menguak fakta baru.

Salah satu pelaku yang dibekuk mengaku memiliki alasan mengapa mengincar sasaran kantor dan kios dengan gembok model tertentu.

Tersangka bernama Esti Widodo (26) itu menyebut mengincar lokasi yang pintunya digembok. Dengan digembok, ia meyakini bahwa kios atau lokasi itu tidak berpenghuni.

Lebih spesifik, pencuri asal Boyolali itu menyebut mengincar sasaran rumah atau kios atau kantor yang memakai model gembok stainless dengan merek Jeje.

Advertisement

Menurutnya model gembok itu dipilih karena bisa dengan mudah dirusak dengan alat yang sudah ia siapkan.

Baca Juga :  Fantastis, Budidaya Porang 1 Hektare Setahun Bisa Raup Untung Rp 218 Juta. Begini Analisa dan Penjelasan dari BPTP Jateng!

“Kalau digembok berarti nggk ada orangnya. Lalu gemboknya pilih yang Jeje karena model itu dibuka pakai alat dan sekali ditekan bisa langsung mbukak,” paparnya.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan komplotan itu beranggotakan dua orang. Satu pelaku lainnya, Adang (25) sudah diamankan di Polres Boyolali.

Menurut keterangan pelaku, mereka melakukan aksinya dengan terlebih dahulu memetakan sasaran. Mereka memilih kantor atau kios atau lokasi yang digembok dengan jenis model gembok tertentu.

“Yang diambil sebenarnya random. Misalnya di kantor notaris Sumbeerlawang, mereka tahu ada tas tergeletak lalu diambil sekalian. Nggak tahu kalau di dalamnya ada dokumen,” terang Kapolres kemarin.

Baca Juga :  Ini Penampakan Penjual HIK di Ngrampal yang Nyambi Jadi Bandar Pil Koplo Saat Dikeler Polisi. Padahal Jualannya di Dekat Masjid!

Kapolres menguraikan kedua tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Sragen dan Boyolali. Mereka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat menunjukkan gembok barang bukti yang dibobol pelaku. Foto/Wardoyo

Sementara dari keterangan pelaku Esti, HP curian, sudah dijual dan uangnya juga sudah habis. Ia mengaku baru beraksi tiga kali di Sumberlawang.

Komplotan berjumlah dua pemuda itu sukses membobol dua lokasi yakni rumah makan Geprek Assalam 88 dan Kantor Notaris PPAT Irene hanya dalam waktu satu jam pada hari yang sama.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua