JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Seleksi Penjaringan Perangkat Desa di Sragen Mulai Digoyang Rumor Tak Sedap. Beredar Isu Tarif Jadi Hingga Rp 500 Juta, Satgas Saber Pungli Ditantang OTT!

Ilustrasi jualbeli jabatan calo CPNS

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaksanaan seleksi penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Sragen mulai diterpa isu tak sedap.

Meski baru memulai tahapan, rumor miring mulai beredar dan menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.

Salah satu isu yang mencuat adalah soal indikasi tarif yang dipatok apabila ingin lolos.

Angkanya pun terbilang fantastis karena ada di kisaran Rp 200 juta sampai Rp 500 juta tergantung formasi dan kondisi bengkok desanya.

“Iya, sudah ramai beredar kabar itu. Kalau mau jadi ya harus siap itunya (uangnya). Tarifnya variatif. Kaur dan Kasi ada yang Rp 150 juta sampai Rp 200 juta, bayan kabarnya ada yang dipatok Rp 250 sampai Rp 300 juta. Sekdes atau carik ada sampai Rp 500 juta yang bengkoknya bagus,” ujar salah satu tokoh di Karangmalang, HN, yang selama ini banyak mengamati proses di pemerintahan desa, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (24/11/2021).

Baca Juga :  Covid-19 Menghilang, 73 Karyawan RSUD Sragen Langsung Diberhentikan. Direkrut Saat Horor Bulan Juli Sebulan 222 Pasien Meninggal

Informasi itu, kata dia, bahkan sudah jamak terdengar di beberapa desa yang menyelenggarakan penjaringan. Namun saat ini modusnya disebut sudah makin rapi dan tertata.

Bahkan untuk menghindari calon tunggal karena warga lain sudah minder mendaftar, ada yang dipasang calon bayangan hanya untuk mengiring kandidat pembayar itu.

Meski sulit dibuktikan akan tetapi ia berharap fenomena itu bisa menjadi perhatian pihak terkait karena hampir selalu berembus di setiap momen seleksi perangkat desa.

“Ada pula informasi kalau transaksinya nanti belakangan kalau sudah jadi. Tapi ada juga yang transaksinya waktu subuh. Ada tim khusus yang bergerak. Sekali lagi ini hanya sebatas informasi yang kami dapat dari beberapa sumber di sejumlah desa. Boleh percaya boleh juga tidak, tapi silakan nanti dicermati gelagatnya. Kalau saya sendiri meyakini indikasi itu mungkin ada, cuma pembuktiannya yang sulit,” urai pria yang juga tokoh senior salah satu partai politik tersebut.

Baca Juga :  Depositonya Rp 3 M Tak Bisa Cair, Mantan Pimpinan DPRD Sragen Nekat Datangi KSP Sejahtera Bersama di Solo. Bersiap Lapor Polisi

Ia pun menggambarkan indikasi permainan itu bisa dirasakan saat pengisian perangkat desa serentak di Sragen tahun 2018.

Saat itu, ada fenomena di mana hampir semua calon perangkat desa yang terpilih diketahui memiliki skor ujian tertulis dari LPPM sangat fantastis dan hampir seragam yakni di atas 90.

Nilai itu terpaut jauh dari kandidat-kandidat lain meski secara kompetensi lebih pintar atau berijazah sarjana sekalipun yang rata-rata skornya tak lebih dari 60.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua