JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Soroti Kartu Tani Hanya Gagah Tapi Tak Bermanfaat, Sriyanto Saputro Dorong Pemerintah Naikkan Anggaran Subsidi Pertanian. “Yang Penting Pupuk Gampang!”

Anggota DPRD Provinsi Jateng, Sriyanto Saputro. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Dapil Sragen, Wonogiri, Karanganyar, Sriyanto Saputro menyoroti keberadaan kartu tani yang dinilai tak banyak membantu nasib petani.

Ruwetnya mekanisme penebusan dengan harus menyetor saldo yang tak sebanding dengan kuota pupuk yang didapat, justru banyak menuai keluhan petani.

Karenanya, legislator asal Gerindra itu mendorong pemerintah untuk berani mengambil kebijakan dengan menambah subsidi pupuk agar kebutuhan petani tercukupi.

“Kalau saat ini soal kartu tani mau dihapus atau tidak tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah bagaimana rakyat petani ini gampang mendapat pupuk, gampang mendapat saprodi. Kalau mau digunakan, ya (kartu tani) harus sembodo, pupuknya dipenuhi kebutuhan petani. Buat apa petani gagah punya kartu kayak ATM tapi harus nyetor uang dulu untuk isi saldo bayar pupuk tapi jatah pupuknya nggak memenuhi,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM di sela launching Sedulur Sriyanto dan Program Mesem menuju Senayan 2024 di Desa Bandung, Ngrampal, Sragen, Sabtu (19/2/2022).

Baca Juga :  Kronologi Kakek di Sragen Tewas Terseret KA Sejauh 2 KM. Ternyata Habis Cari Rumput, Sempat Diteriaki

Sriyanto menguraikan apalah artinya petani memiliki kartu tani jika kartu itu tidak bermanfaat.

Ia memandang persoalan bukan pada kartu tani namun pada komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani.

“Jadi esensinya bukan soal dihapus. Dihapus kartu tani pun tapi kebijakannya tetap sama ya nggak ada manfaatnya,” jelasnya.

Ia pun mendorong saatnya pemerintah mengambil kebijakan dengan keperpihakan pemerintah kepada bidang pertanian.

Sebab dari pencermatannya, selama ini postur APBD di daerah, provinsi hingga APBN untuk sektor pertanian masih sangat rendah.

Hal itu berbeda dengan sektor pendidikan dan kesehatan yang sudah dipotong sebagai prioritas utama dengan porsi anggaran 10 hingga 20 persen.

“Harapan kami bagaimana porsi anggaran untuk pertanian ini bisa dinaikan. Ketika pendidikan dan kesehatan dialokasikan prioritas, kenapa tidak sektor pertanian yang bersentuhan langsung dengan rakyat, juga dinaikkan,” terangnya.

Baca Juga :  Segera Dibuka Bazar Batik dan Kuliner di Kliwonan Masaran. Harga Dijamin Ramah di Kantong, Simak Jadwalnya!

Bahkan, kalau perlu ia menilai kebijakan penganggaran di APBD daerah hingga APBN bisa diarahkan untuk memasukkan pertanian sebagai sektor prioritas.

Terlebih selama ini, pertanian menjadi salah satu sektor dominan baik dalam skala daerah maupun nasional.

Implementasinya bisa dalam wujud menambah subsidi pupuk sesuai kebutuhan petani atau digunakan menaikkan harga gabah sehingga harga saat panen raya bisa stabil tinggi dan menaikkan pendapatan petani.

“Ini yang harus menjadi mindset pemerintah untuk petani. Termasuk, kalau itu lebih baik subsidi pupuk ya harus ada pengawasan yang ketat, jangan ada subsidi pupuk tapi kemudian dialihkan,” tandasnya.

Mentan Juga Minta Petani Tak Pakai Kartu Tani

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo juga meminta petani menanggalkan pemakaian kartu tani jika keberadaannya justru menyusahkan petani.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com