JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Parah.. Sepasang Pelajar Tertangkap Pacaran di Villa Hantu WKO Sumberlawang. Ditemukan Pengaman Bekas Berceceran, Diduga Jadi Arena Asusila

Sepasang pelajar masih berseragam sekolah tertangkap kamera saat berduaan dan bermesraan di salah satu sudut lantai dua deretan Villa hantu di dekat WKO wilayah Ngargosari, Sumberlawang, Sabtu (17/2/2018). Foto/Wardoyo
Sepasang pelajar masih berseragam sekolah tertangkap kamera saat berduaan dan bermesraan di salah satu sudut lantai dua deretan Villa hantu di dekat WKO wilayah Ngargosari, Sumberlawang, Sabtu (17/2/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Bangunan Villa mangkrak di tepi Waduk Kedung Ombo (WKO)  di wilayah Boyolayar,  Ngargosari,  Sumberlawang menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya,  villa kosong yang bertahun-tahun mangkrak itu diketahui justru diduga dijadikan arena kegiatan negatif dan untuk asusila.

Tidak hanya itu,  di lokasi villa yang terdiri belasan bangunan setengah jadi itu,  juga banyak ditemukan kondom bekas berceceran di lantai dan semak-semak. Bahkan saat JOGLOSEMARNEWS.COM menyambangi Sabtu (17/2/2018), ada beberapa pelajar masih berseragam sekolah yang tertangkap mata, tengah bermesraan di lantai atas bangunan villa setengah jadi yang sering disebut villa hantu itu.

Konon,  deretan bangunan villa tersebut dikabarkan milik pengusaha asal Solo. Praktik pacaran dan mesum di bangunan villa itu mengundang keprihatinan dan keresahan warga sekitar.

Salah satu warga,  Yanto menuturkan kehadiran villa hantu itu memang mengundang keprihatinan. Sebab keberadaannya justru banyak disalahgunakan pasangan tak resmi atau pelajar yang pacaran.

Coretan dan sampah kondom bekas berceceran di salah satu sudut villa. Foto/Wardoyo

Selain kondisinya kumuh dan banyak sampah, dugaan jadi arena mesum juga diperkuat dengan banyaknya kondom bekas yang berserakan di beberapa villa.

Baca Juga :  Kecelakaan Hebat Depan Samsat Sragen, Truk Remuk Gasak Truk Ngerem Mendadak. Sopir dan Kernet Luka Parah, Truk Biang Kecelakaan Malah Kabur dari Tanggungjawab

“Kalau nggak dipakai begituan mana ada kondom bekas bisa sampai sini.  Wong lokasinya jauh dari permukiman dan sepi Mas.  Saya kadang risih, banyak anak-anak sekolah pacaran di sini. Waktu ditegur mereka katanya cuma main,  nanti pas gak ada orang,  ya siapa tahu, ” ujarnya.

Sepengetahuannya,  biasanya kawasan villa hantu itu ramai pada akhir pekan. Selain mereka yang ingin mancing ke waduk, ternyata juga banyak pelajar dan masyarakat umum berpasangan mojok di kawasan tersebut. Ada yang berasal dari Grobogan ada pula dari sekitar wilayah Sumberlawang.

”Ada beberapa orang, yang sebagian pelajar sering mojok di kawasan ini. Kalau warga biasa paling sekedar mancing,” ungkapnya.

Terkait fenomena mesum di villa hantu itu,  Camat Sumberlawang Susilohono tak menyangkal adanya bangunan mangkrak tersebut. Hanya saja soal sering dibuat untuk mesum pihaknya tidak mengetahui.

”Setahu saya orang mancing memang banyak, kalau untuk mesum saya tidak mengklaim,” ujarnya.

Baca Juga :  Bawaslu Sragen Tolak Dugaan Langgar Kode Etik, Begini Sanggahan Mereka

Dia menyampaikan waktu meninjau lokasi beberapa waktu lalu, yang didapati hanya warga yang tengah memancing. Namun soal banyaknya kondom bertebaran, pihaknya akan mengecek kembali ke lokasi dan berkoordinasi dengan warga sekitar.

Soal antisipasi agar tidak ada perilaku mesum di sekitar kawasan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan warga sekitar.

”Karena bangunan itu tidak bertuan, namun ada pintu masuknya. Akan sampaikan pada warga sekitar untuk pengawasan. Apalagi kalau mesum kan pasti berpasangan, nanti kami akan lebih intensif lagi pengawasan disana,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Sumberlawang AKP Ketut Putra menyampaikan pihaknya sudah pernah melakukan operasi di kawasan tersebut. Menurutnya jika ada pelajar ke sana dimungkinkan saat jam sekolah bebas atau di luar jam sekolah.

”Kalau mereka lagi jam bebas, siswa mungkin tidak langsung pulang,” ungkapnya.

Dia menyampaikan bukan hanya pelajar sekitar Sumberlawang saja yang main di kawasan tersebut.

”Kedepan tetap kami adakan penertiban di kawasan itu,” tandasnya. Wardoyo