JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Meski Petingginya Sudah Sembuh dari Covid-19, Namun Kampus UNS Masih Ditutup Untuk Umum

ribuan Mahasiswa Baru (Maru) UNS tahun 2019 menghadiri jalannya Student Vaganza, Sabtu (18/8/2019) bertempat di Stadion UNS. Humas UNS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meskipun salah satu petingginya yang dinyatakan positif covid-19 telah dinyatakan sembuh, namun pihak Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) masih menutup sementara kampusnya. Penutupan sementara dilakukan terutama pada fasilitas umum.

Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho mengatakan, penutupan sementara dilakukan terutama untuk fasilitas, sarana dan prasarana umum seperyi tempat ibadah, arena olahraga dan tempat rekreasi. Penutupan dilakukan hingga akhir Juli 2020 ini.

“Semua demi kenyamanan, semoga covid-19 di UNS, di Solo dan Indonesia secara umum segera berakhir,” paparnya, Senin (27/7/2020).

Baca Juga :  Bawa Ratusan Botol Vodka, Whiskey dan Anggur Merah, Pemuda Boyolali Ini Diamankan Jajaran Polsek Banjarsari. Pelaku Sempat Hindari Razia, Namun....

Sementara itu, salah satu petingginya yang dinyatakan positif covid-19 telah dinyatakan sembuh Sabtu (25/7/2020) lalu setelah menjalani tes swab dan selanjutnya menjalani pemulihan di rumah. Diharapkan kembali, petinggi tersebut dapat bergabung kembali beraktivitas ke kampus pada Rabu (29/7/2020).

“Sampai saat ini, RS UNS sendiri sudah memeriksa 12.488 sampel covid-19 dimana 1.827 sampel masih dalam proses. Jumlah tersebut terhitung sejak tanggal 13 April 2020,” imbuh Prof Jamal, Senin (27/7/2020).

Sedangkan total jumlah pasien positif covid-19 yang masuk RS UNS sebanyak 90 orang. Saat ini, 35 pasien covid-19 diantaranya masih dirawat dimana 33 pasien diantaranya positif covid-19, sedangkan dua lainnya masih menunggu hasil tes swab. Pesien tersebut merupakan masyarakat umum dan tenaga kesehatan (Nakes).

Baca Juga :  Warga Solo Positif Corona Tambah 15, Ada Bayi Nakes Hingga Lansia, Kini Total 548 Kasus

“Selama Bulan Juli 2020 ini, RS UNS merawat 123 pasien positif covid-19. Yang sudah dinyatakan sembuh dan pulang sebanyak 90 pasien. Rata-rata perawatan pasien sekitar 6,5 hari. Perawatan terpendek empat hari dan terlama 13 hari,” tukas Prof Jamal. Prihatsari