JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Dugaan Korupsi 4 Miliar BUMDes Lenggarbujogiri Girimarto Wonogiri, Tak Ada LPJ 180 Sapi Lenyap

Korupsi
Kasi Intel Kejari Wonogiri Feby Rudi Purwanto. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Desa Waleng, Semagar, Bubakan, Selorejo, dan Desa Girimarto (Lenggar Bujogiri) Kecamatan Girimarto Wonogiri ternyata sudah bertahun-tahun tidak menyetorkan laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Selain itu ratusan ekor sapi yang menjadi salah satu usaha BUMDes Bersama Lenggarbujogiri juga hilang tidak berbekas. Padahal sapi tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat.

Saat ini kasus dugaan korupsi di tubuh BUMDes ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri. Dugaan kerugian negara atas kasus itu mencapai Rp4 miliar lebih.

Terkait kasus itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Wonogiri, Antonius Purnama Adi mengatakan BUMDESma terakhir kali menyetorkan LPJ tahun 2018. Namun, sejak tahun 2019 sampai sekarang tidak bisa menyetor LPJ.

BUMDESma itu merupakan usaha bersama yang dimiliki Desa Waleng, Semagar, Bubakan, Selorejo, dan Desa Girimarto. Seiring berjalannya waktu, BUMDESma tersebut tidak dapat menyusun LPJ karena mengalami persoalan dalam pengelolaan.

Baca Juga :  Detik detik Orang Kalap di Siraman Kahyangan Tirtomoyo Wonogiri, Korban Warga Bangsren Makamhaji Kartasura

Oleh sebab itu, pihaknya pernah memanggil pengurus BUMDESma, para kepala desa dan pihak PT Lereng Lawu untuk meminta keterangan, sejak Juli 2020 lalu. Dari keterangan yang dia peroleh, mereka tidak menyetor LPJ ke Pemkab Wonogiri karena belum ada Musyawarah Antardesa (MAD) sebagai forum tertinggi BUMDESma.

Dinas pernah mengecek tempat usaha BUMDESma Lenggarbujogiri. Dari hasil pengecekan, BUMDESma sudah tidak beroperasi, bangunan dan mesin pembuatan pakannya mangkrak.

Selain itu, 180 ekor sapi bantuan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah tidak ada.

Anton menambahkan, pada Maret 2021 kasus itu mencuat, Kejari Wonogiri mulai memanggil beberapa pihak untuk diperiksa. Sejak saat itu, penanganan kasus BUMDESma Lenggarbujogiri berada di tangan Kejari Wonogiri.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri sampai saat ini masih melakukan penyidikan umum terhadap kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Bersama Desa Waleng, Semagar, Bubakan, Selorejo, dan Desa Girimarto (Lenggar Bujogiri) Kecamatan Girimarto Wonogiri.

Baca Juga :  Kasus Khilafatul Muslimin Wonogiri Terungkap, Sejumlah Personil Polres Wonogiri Terima Penghargaan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri Tailani Moehsad melalui Kasi Intel Feby Rudy Purwanto mengatakan, dari hasil penyidikan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 4.065.269.776.

Feby menerangkan, kerugian aset negara berasal dari hilangnya ratusan sapi bantuan Kemendes PDTT. Masih ditambah lagi penyertaan modal dari lima desa yang juga tidak dikelola tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Sapinya sudah tidak ada, kandangnya kosong. Barang-barangnya, seperti mesin pembuat pakan ternak sudah tidak berfungsi,” kata dia di ruangannya, Selasa (14/12/2021).

Sementara pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi. Para saksi tersebut berasal dari pengurus BUMDes Bersama Lenggar Bujogiri, pemangku kebijakan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan pihak Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) selaku pemberi hibah sapi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com