JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

2 Lampion Karakter Harimau dan Dewa Uang Dipasang di Depan Balaikota Solo, Ini Maknanya

Lampion mulai terpasang di halaman depan Balaikota Solo. Foto: JSNews/Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Panitia Bersama Imlek 2573 tahun 2022, memasang sejumlah lampion untuk memeriahkan perayaan imlek di Kota Solo. Lampion-lampion tersebut dipasang di beberapa titik di Kota Solo.

Dikatakan Ketua Panitia Imlek, Sumartono Hadinoto, pemasangan lampion imlek terpasang Jumat, (21/1/2022) malam. Sedangkan untuk lampion karakter direncanakan terpasang tanggal 25 Februari 2022.

“Ini mau kami kebut, karena tanggal 1 Februari kan sudah imlek jadi bisa nyala semua. Rencana akan dipasang di Balaikota, atas jembatan dan jam Pasar Gede, lalu sedikit di jembatan baru ketandan,” ungkap Sumartono.

Dilanjutkannnya, pada tahun ini hanya akan ada 1000 lampion yang memeriahkan perayaan imlek 2573 tahun 2022 di Kota Solo. “Ditambah 1 lampion karakter shio harimau, 1 lampion dewa uang yang akan dipasang di halaman depan balaikota seijin Pak Wali. Kemudian 1 lampion shio harimau lama akan terpasang di jembatan ketandan yang baru,” imbuhnya.

Baca Juga :  Satu Lagi JCH Embarkasi Solo Meninggal Dunia di Tanah Suci

Menurut Sumartono, shio harimau pada tahun ini memiliki makna sebuah binatang yang mempunyai wibawa di hutan dan mempunyai kekuatan sendiri

“Pak Wali dan Wawali menghendaki agar rohnya imlek tidak hilang. Acaranya tinggal acara cap go meh di balaikota, sama pasang lampion. Kami pengen kali ini juga tidak ada bazar. Jadi kami mengangkat kebhinekaan Kota Solo dan bagaimana wibawa shio harimau ini bisa membantu pandemi segera berlalu,” paparnya.

Sedangkan dewa uang, dijelaskan Sumartono pada tahun baru imlek selalu ada ucapan kata-kata Yen Yen Yui.

Baca Juga :  Deretan Tokoh dan Pihak yang Dorong dan Dukung Gibran Maju Pilgub DKI

“Yen Yen itu maknanya sepanjang tahun. Kalau Yui itu maknanya ada rejeki. Dengan adanya dewa uang itu kita berharap dewa uang selalu menyertai sepanjang tahun. Untuk berbagi rejeki untuk masyarakat Solo dan sekitarnya,” kata Sumartono.

Sementara itu ditemui secara terpisah Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengutarakan bahwa selama 2 tahun perayaan imlek di Kota Solo sudah hilang.

“Ini kita adakan lagi tapi lebih sederhana, tahun depan muga muga lebih meriah lagi. Jumlah lampionnya masih terbatas biar ga ada kerumunan juga, kan disitu biasanya jadi tempat foto-foto. Tapi yang  terpenting gregetnya imlek kelihatan di tahun ini,” jelasnya. (Ando)

Bagi Halaman