JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

25 % Bayi di Sragen Mengalami Stunting, Pemkab Kerahkan 7.975 Kader Posyandu untuk Terjun ke Lapangan

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan door prize sepeda kepada kader posyandu saat gathering kader Selasa, (2/7/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan door prize sepeda kepada kader posyandu saat gathering kader Selasa, (2/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sragen terus berupaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Sragen. Pasalnya, data terakhir angka kasus stunting di Sragen mencapai 25 persen.

Hal itu terungkap dalam kegiatan gathering kader posyandu yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen di Gedung SMS, Selasa (2/7/2019).

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam paparannya menyampaikan angka stunting di Sragen masih terbilang cukup tinggi yakni 25 persen. Angka ambang yang ditetapkan World Health Organization (WHO) adalah 20 persen. Namun angka stunting di Sragen masih di bawah Provinsi Jateng yang berada di angka 28 persen.

“Salah satu upaya yakni dengan memaksimalkan kinerja para kader kesehatan sejumlah 7.975 kader,” papar Yuni.

Bupati meminta para kader kesehatan untuk melakukan langkah pencegahan stunting pada anak. Selain tugas-tugas kesehatan masyarakat lainnya yang tak kalah berat.

Baca Juga :  Lewat Perjuangan Panjang, TKW Asal Sragen Yang Disekap dan Disiksa Majikan di Arab Saudi, Dipastikan Segera Dipulangkan 2 Minggu Lagi

”Harapannya kita bisa 20 persen sama dengan WHO,” tuturnya.

Ia menyampaikan penyebab stunting yakni ketika dalam kandungan, Ibu tidak rutin memeriksakan kesehatannya. Selain itu janin kurang tercukupi asupan asam folat dan gizinya. Begitu anak lahir mengakibatkan stunting.

”Ini harus ada tindakan edukasi promotif dari puskesmas dan kader,” urainya.

Dia menyampaikan banyak PR yang mesti dikawal seperti Stunting, Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI) dan sejumlah program nasional. Salah satunya meningkatkan partisipan peran kader.

“Semoga seluruh kader bisa maksimal memberi penyuluhan kesehatan, karena satu posyandu ada 5 petugas,” terangnya.

Mbak Yuni menegaskan peran kader kesehatan sangat penting. Karena juga harus mengawal para ibu yang tengah mengandung. Untuk para kader kesehatan ini  Pemkab Sragen mengalokasikan Rp 2 miliar untuk membantu 7.975 kader kesehatan.

Baca Juga :  Bikin Pilu, Ini Daftar Identitas 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Truk di Plupuh Sragen. Yang Satu Masih Bocah, Yang Dua Ibu dan Anaknya

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menjelaskan kegiatan yang digelar ini untuk mengawal program nasional seperti menekan stunting, menekan AKI dan AKB serta Germas. Saat ini kader Kesehatan mendapat Rp 20 ribu yang cair setiap tiga bulan sekali.

Acara gathering sendiri dihadiri sekitar 2000 peserta dari perwakilan kader Posyandu di semua desa, kepala Puskesmas dan lainnya.

Ia tak menampik angka stunting di Sragen memang di kisaran 25 persen. Namun angka itu masih perlu divalidasi lagi.

“Target kami stunting bisa ditekan jadi 20 persen sesuai WHO. Salah satunya intervensi mulai dari remaja pra nikah, ibu hamil dan asupan pada anak selama 1000 hari pertama kehidupan (HPK),” tuturnya. Wardoyo