JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kabar Baik, Kini Tak Ada Lagi Warga Solo Positif Corona

Ilustrasi. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meskipun disebut-sebut sebagai zona merah Corona, namun nyatanya saat ini Kota Solo Zero Corona. Pasalnya, tidak ada satupun warganya yang dinyatakan positif Corona saat ini.

Seperti diketahui, sebelumnya diberitakan tiga warga Kota Solo positif virus Corona atau covid-19. Namun per Minggu (29/3/2020), Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mencatatkan satu pasien warga Solo yang dinyatakan positif Corona sudah sembuh.

“Satu pasien kemarin sudah sembuh, yang warga Mojosongo. Ibu Purwanti (49). Kalau dua sebelumnya meninggal dunia. Sekarang yang positif Corona nihil, semoga tidak ada lagi. Namun orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) masih ada,” ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (30/3/2020).

Baca Juga :  Kaget Saat Berpapasan di Jalan, Tiga Remaja di Solo Hajar Pegawai Ekspedisi dan Rusak Fasilitas Gerai

Satu Warganya sembuh dari Corona setelah dua kali hasil tes swabnya dinyatakan negatif. Sementara itu jumlah PDP di Kota Solo sebanyak 26 orang, 16 diantaranya masih mendapatkan perawatan intensif dan tujuh lainnya sembuh atau negatif korona, serta tiga orang lain masih dalam pengawasan.

Kemudian jumlah ODPdi Kota Solo sebanyak 162 orang, 156 orang diantaranya rawat jalan dan enam lainnya dirawat inap.

“Kegiatan Pemkot Solo untuk pencegahan penyebaran virus korona diantaranya dengan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh area. Selanjutnya penyemprotan dilakukan oleh 11 tim dari unsur masyarakat dan jajaran Pemkot Solo, TNI, Polri, serta relawan,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani.

Baca Juga :  Golkar Solo Klaim Bakal Sumbangkan 27 Ribu Suara untuk Gibran-Teguh

Tidak hanya penyemprotan, Pemkot Solo juga gencar melakukan sosialisasi terkait physical distancing kepada warganya. Termasuk pelarangan kegiatan hajatan atau resepsi yang mengumpulkan orang banyak.

“Tidak ada lagi kumpul-kumpul. Petugas gabungan ini akan berpatroli dan membubarkan kegiatan bermassa atau warga yang tengah berkumpul. Selain itu, waktu belajar anak-anak usia sekolah juga diperpanjang hingga tanggal 12 April 2020,” tandas Ahyani. Prihatsari