JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sebuah Desa di Sulsel Mendadak Diisolasi, Penyebabnya Ada Orang Positif Corona yang Saat Pulang Umroh Disambut Besar-besaran

Virus Corona. Vektor Kunst/Pixabay

MAROS, JOGLOSEMARNEWS.COM – Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendadak diisolasi, Jumat 27 Maret 2020. Status isolasi terpaksa diberlakukan oleh Bupati Maros, Hatta Rahman, setelah adanya warga positif virus corona atau covid-19.

Isolasi khusus Tenrigangkae tersebut dilakukan dengan harapan dapat memutus mata rantai virus corona agar tidak menyebar.

Isolasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Maros, Darmawati.

Hatta Rahman langsung memerintahkan kepala desa dan camat untuk melakukan tindakan isolasi wilayah.

“Bapak Bupati langsung memerintahkan agar Desa Tenrigangkae diisolasi. Serta memantau mobilitas masyarakat setempat dan menghindari kerumunan,” katanya.

Pihak Puskesmas Mandai dan unsur TNI-Polri juga diminta untuk membantu melakukan pemantauan pergerakan warga setempat.

“Sebenarnya bukan hanya daerah yang positif corona diisolasi. Tapi juga daerah lain yang warganya PDP,”

“Kami juga ditingkatkan pemantauan terhdap pergerakan warga agar tidak terjadi penyebaran virus,” paparnya.

Warga yang dinyatakan positif corona tersebut kini berusia 62 tahun. Pasien berjenis kelamin laki-laki ini sempat dirawat di IGD RSU Dody Sardjito.

Baca Juga :  Jalani Tes Swab Sebelum Diperiksa di Polda Metro Jaya, Ternyata Penghulu yang Menikahkan Putri Rizieq Shihab Reaktif

Kemudian dirujuk ke RS Pusat Jantung Terpadu Wahidin. Alasannya, pasien mengalami keluhan jantung . Namun setelah diperiksa dinyatakan positif corona.

Pasien tersebut merupakan warga Maros pertama yang dinyatakan positif corona. Berdasarkan data yang dihimpun dari tetangga pasien, warga tersebut juga baru pulang dari Mekkah setelah menuaikan ibadah umrah.

Saat diperiksa dokter, dia tak mau mengakui baru pulang umrah. Namun tim medis yang curiga dengan keterangan pasien, melakukan survei.

Hasilnya, benar jika warga tersebut baru pulang dari umrah. Dia disambut secara besar-besaran oleh pihak keluarga, pada Februari 2020 lalu.

Bahkan, pasien juga sempat berkunjung ke Kabupaten Sinjai sebelum dirawat di rumah sakit. Di Maros sendiri, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 56 orang.

Sedangkan pasien dalam penagwasan (PDP) sebanyak 5 orang dan satu dinyatakan positif.

Ketua Gugus Pencegahan Corona Sulsel Positif Corona. Ketua Gugus Pencegahan Virus Corona Sulawesi Selatan ( Sulsel ), Ni’mal Lahamang positif terinfeksi Covid-19.

Hal tersebut dibenarkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Jumat (27/3/2020).

Baca Juga :  Kasus Suap Ekspor Benih Lobster Edhy Prabowo, ICW: Tamparan Buat Jokowi

Sebagai antisipasinya, Nurdin Abdullah berkoordinasi dengan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka dan Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe.

Koordinasi ini dilakukan untuk mencari figur tepat memimpin Gugus Pencegahan Covid-19 di Sulsel.

“Sudah, Saya sudah bicara Pangdam juga Pak Kapolda. Ia karena mengganti ini dia lemah. Dia kena. Dia juga positif. Bayangkan jika ketuanya saja positif. Kalau saya kita harus bentuk kembali,” kata Nurdin Abdullah, Jumat (27/3/2020).

Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin sudah menunjuk Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Ni’mal Lahamang, sebagai Ketua Gugus Siaga Virus Corona di Sulsel.

Namun sejak penunjukan awal Maret lalu, Nimal Lahamang belum pernah aktif karena skait.

“Ya nanti kita pokoknya hari ini kita putuskan surat keputusan saya teken hari ini. Kita sudah bicara sama Pangdam dan Kapolda,” kata Nurdin Abdullah.

Informasi ini sekaligus meluruskan informasi yang simpangsiur jika Kadis Kesehatan Sulsel dr Ichsan Mustari positif Covid-19.

Yang dimaksud Gubernur Nurdin Abdullah, Nimal Lahamang positif Covid-19.

www.tribunnews.com