JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Jelang Coblosan Pilkada Solo, DPP Nusantara Bangkit: Jangan Golput dan Politik Uang!

Ketua Umum DPP Nusantara Bangkit, Ivan PP. Istimews
Ketua Umum DPP Nusantara Bangkit, Ivan PP. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ketua Umum DPP Nusantara Bangkit, Ivan PP mendorong masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan tidak golput pada Pilkada Kota Solo, Rabu (09/12/2020).

“Kami mengajak semua warga Solo yang punya hak pilih untuk datang ke TPS. Gunakan hak pilih dan jangan Golput,” kata Ivan kepada awak media, Selasa (08/12/2020).

Ivan menjelaskan, pelaksanaan Pilkada edisi kali ini suasananya tidak seperti biasanya, karena diiputi suasana pandemi Covid 19. Di satu sisi, suasana pesta demokrasi 5 tahunan yang harus disambut dengan antusias, tapi disisi lain disambut was-was

Baca Juga :  Mengupas Kekuatan 4 Tim yang Lolos Semifinal Piala Menpora 2021. Siapa Paling Unggul?

Jika penyelenggaraannya dan masyarakat yang datang ke TPS untuk memilih nanti  tidak disiplin Protokol Kesehatan maka dpt menimbulkan klaster- klaster baru penularan Covid 19. Usaha Pemerintah selama 10 bulan penanganan Covid 19 secara nasional bisa dinilai akan sia-sia.

“Tapi kita percaya pemerintah sudah sangat siap dengan penyelenggaraan Pilkada yang tertib protokol kesehatan. Begitu juga para pemilih yang sudah dapat sosialisasi terus menerus tentang pentingnya tertib protokol kesehatan (Prokes) dalam Pilkada besok,” papar dia.

Ivan menambahkan, selain pandemi Covid 19, ancaman pesta demokrasi juga datang dari politik uang dan politik identitas. Terutama disebutnya politik Identitas semakin intens digunakan oleh paslon- paslon dan timnya untuk dapat meraup suara signifikan di hari pemilihan.

Baca Juga :  Apapun Kondisinya, Pemudik yang Ketahuan Lolos Masuk Solo Akan Langsung Dikarantina

Menurutnya, tidak sedikit tokoh-tokoh agama diturunkan di injury time dengan jualan jargon jargon agama. Dalam waktu sesaat kondisi itu dinilai Ivan sepertinya menguntungkan. Namun menodai demokrasi itu sendiri, bahkan persatuan dan kesatuan kita sebagai Bangsa juga bisa terancam.

“Hendaknya praktek-praktek seperti ini sudah saatnya dihentikan. Seharusnya sudah ada budaya malu ditengah bangsa kita menggunakan cara-cara primitif seperti ini. Sehingga stop memperalat agama,” tukas dia. Prabowo