JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Harga Tak Wajar, Pembeli Sepeda dari Teguh Widodo Bisa Dijerat Pasal Penadah. Polisi Sedang Bergerak, Siap-Siap Saja!

Kapolsek Plupuh, Iptu Suparno didampingi Kasi Humas AKP Suwarso saat memimpin konferensi pers penangkapan pencuri 30 sepeda angin di berbagai wilayah di Soloraya, Senin (20/6/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polsek Plupuh sedang menyelidiki pembeli sepeda angin hasil tindak kejahatan pencurian yang dilakukan Teguh Widodo (40) asal Solo.

Pasalnya 30 sepeda hasil pencurian yang dilakukan pria asal Kampung Pringgolayan RT 3/9, Tipes, Serengan, Solo itu dijual dengan harga tidak wajar.

Atas fakta itu, polisi pun membuka kemungkinan untuk menyelidiki dan menjerat pembelinya dengan pasal 480 KUHP alias penadah barang hasil tindak kejahatan.

“Dijualnya Rp 1 jutaan. Harga di bawah pasaran dan tidak wajar. Pengakuan pelaku dijualnya di pasar wilayah Solo. Pembelinya memang tidak satu orang. Karena ada 29 unit sepeda yang dijual, kalau memang ada indikasi pembelinya mengetahui itu hasil tindak kejahatan, maka bisa kita tindak pasal 480 atau penadah. Kita akan proses sesuai aturan yang ada,” papar Kapolsek Plupuh, Iptu Suparno didampingi Kasi Humas Polres Sragen, AKP Suwarso, di Mapolres kemarin.

Baca Juga :  Pendapatan RSUD Sragen Kalah dari Karanganyar, Benarkah Hanya Karena Perkara Senyuman!

Kapolsek menyampaikan dari pengakuan tersangka, sepeda angin yang dicuri dari berbagai wilayah Soloraya itu selama ini dijual ke Pasar di Solo.

Sepeda angin yang diincar itu rata-rata yang diparkir di halaman masjid. Pelaku beraksi memilih waktu pagi hari bersamaan dengan salat subuh.

“Modusnya semua dilakukan pagi hari. Jadi pelaku menjalankan aksinya dengan cara intip, masuk, lengah, lalu sikat. Sepeda angin yang diincar lalu dimasukkan ke Bronjong di atas sepeda motor,” terangnya.

Baca Juga :  Akhir Sepak Terjang Teguh, Jawara Maling Sepeda Asal Solo. 29 Kali Sukses Mencuri di Mana-Mana Hari Apesnya Berakhir di Plupuh

Di hadapan polisi, pria yang aslinya bekerja serabutan dan lebih banyak nganggurnya itu mengaku sudah 30 kali beraksi mencuri sepeda onthel di berbagai daerah di Soloraya.

Sayang, ibarat pepatah tak ada kejahatan nan sempurna. Sepak terjang dan cerita suksesnya berakhir di aksi ke-30 saat beraksi di Plupuh Sragen.

Ia diringkus sesaat usai ketahuan mencuri sepeda gunung milik Sutimin (49) warga Dukuh Kajog, RT 4, Desa Karanganyar, Plupuh, Sragen.

Sempat berhasil kabur usai mencuri sepeda gunung milik korban yang tengah salat subuh di masjid, pelaku akhirnya tak berkutik di tangan polisi yang berpatroli.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua