JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Borok Seleksi Perdes Sragen Kembali Dibongkar, LPPM UNS Mangkir Lagi. Formas Ungkap Ada 2 Lembar Pengumuman Tapi Beda Nama Calon Terpilih 

Lembar hasil uji kompetensi mutasi Perdes dari LPPM UNS yang ditunjukkan lSM Formas di mana lembar pertama dan kedua yang berbeda karena tak ada kop resmi dan stempel basah. Foto kolase/Wardoyo
Lembar hasil uji kompetensi mutasi Perdes dari LPPM UNS yang ditunjukkan lSM Formas di mana lembar pertama dan kedua yang berbeda karena tak ada kop resmi dan stempel basah. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN- Dugaan adanya kecurangan dan manipulasi pada seleksi mutasi perangkat desa (Perdes) tahap I yang berakhir Mei 2018 lalu kembali dibongkar oleh LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas). Tidak hanya itu, mereka juga mengendus indikasi mencurigakan dari pimpinan DPRD Sragen yang tak hanya enggan menemui audiensi tapi juga kembali gagal menghadirkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS.

Hal itu terungkap dalam forum audiensi lanjutan kisruh seleksi mutasi Perdes tahap I yang dilakukan Formas di DPRD Sragen, Selasa (17/7/2018). Audiensi dihadiri Ketua Formas Andang Basuki, Sumardi dan beberapa lainnya.

Namun mereka hanya ditemui Ketua Fraksi Gerindra,  Joko Supriyanto tanpa ada pimpinan DPRD lainnya. Sedang dari Pemkab, hanya diwakili Kabag Pemdes Suhariyanto bersama anak buahnya.

Sekda yang diwacanakan bakal datang juga mendadak tak bisa hadir.

Audiensi sempat berjalan memanas ketika Perwakilan Formas menyayangkan sikap DPRD dan Pemkab yang seolah melecehkan dengan tidak berani hadir. Kekesalan Formas makin memuncak ketika LPPM yang semula diharapkan bisa hadir untuk dimintai pertanggungjawaban atas kekisruhan seleksi pertama, untuk kali ketiga kembali mangkir.

Baca Juga :  Puluhan Prajurit Kodim Sragen Mendadak Kembali Mulai Berlatih Menembak. Ada Agenda Apa?

“Kami melihat ada gelagat tak beres dari pimpinan DPRD Sragen. Sebab rekomendasi Ketua Komisi I pada audiensi sebelumnya jelas merekomendasi pimpinan DPRD untuk memanggil LPPM UNS untuk dimintai pertanggungjawaban. Tapi nyatanya hari ini, pimpinan DPRD nggak ada satu pun  yang berani menemui, LPPM UNS juga nggak berani datang. Ini pasti ada apa-apanya, kalau enggak kenapa mereka enggak berani datang, ” papar Sumardi dari Formas.

Ia kemudian menjelaskan pihaknya juga sudah menemukan beberapa bukti indikasi ketidakberesan LPPM UNS dalam melaksanakan seleksi mutasi yang berbuntut kisruh dua bulan lalu. Salah satu temuan baru yakni adanya bukti dua lembar pengumuman hasil seleksi yang diterbitkan LPPM UNS di dalam satu desa yang bertanggal sama, namun calon yang diloloskan ternyata berbeda.

Baca Juga :  Kampanye Pilkada Sragen, Cabup Yuni Siapkan Konsep Lomba Virtual dan Akan Pilih Cara Santun. "Langsam, Tenang, 9 Desember Menang!"

“Kami temukan itu di salah satu desa di Sambirejo. Mana ada lembar pengumuman dobel, diterbitkan tanggal yang sama tapi nama yang lolos bisa beda. Pertanyaannya mana yang dipakai dan kenapa bisa muncul dua lembar berbeda, ” terangnya.

Tak hanya itu,  ia juga mengaku sudah mengantongi beberapa temuan indikasi kecurangan LPPM UNS dalam seleksi mutasi Perdes lalu. Temuan itu nantinya akan disiapkan untuk melangkah ke ranah hukum jika memang tidak ada itikad baik LPPM dan Pemkab untuk bertanggungjawab atas rentetan ketidakberesan.

Sementara, menanggapi audiensi dari Formas, Ketua Fraksi Gerindra, Joko Supriyanto mengaku dirinya hanya ditugasi memimpin audiensi itu. Karenanya,  aspirasi yang disampaikan Formas akan ditampung dan dilaporkan ke pimpinan DPRD.

Sedangkan Kabag Pemdes Setda Sragen, Suhariyanto menyampaikan permintaan maaf Sekda tak bisa hadir. Ia pun juga mengatakan sementara aspirasi yang disampaikan akan ditampung dan dilanjutkan ke atasan. Wardoyo