JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pengakuan Nyleneh 2 Perampok Asal Sragen Ini Bikin AKBP Yuswanto Terkaget-kaget. Capek-capek Ngrampok, Eh Uangnya Malah Dibuang di Sungai

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penangkapan komplotan perampok Toko Gading Pet Shop Jalan Ahmad Yani No. 53, Kampung Kuwungsari RT 5 / 20, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, Selasa (6/4/2021) lalu menyisakan cerita menarik.

Tak hanya aksi perampokan yang diklaim dipicu sakit hati, kedua pelaku juga mengaku tak menikmati uang hasil rampokan.

Mereka mengaku uang yang dirampok tidak digunakan, tapi langsung dibuang di sungai. Pengakuan itu mencuat dari mulur tersangka saat diinterogasi Kapolres Sragen, Senin (12/4/2021).

“Uangnya nggak saya pakai Pak. Uangnya dibuang ke Kali Manding,” papar tersangka Dona.

Sontak saja pengakuan itu membuat Kapolres terkaget-kaget.

Baca Juga :  Kasus PTSL Desa Kecik, Bupati Sragen Ungkap Ada Pesan WA Soal Kades Begini Begini. Sebut Kemungkinan Bisa Dilempar ke Ranah APH

“Lha kenapa capek-capek merampok kalau uangnya nggak digunakan?” tanya Kapolres.

Dona pun mengaku ia nekat berubah jadi jahat dan merampok toko itu karena dendam dengan si kasir penjaga toko.

Gara-garanya ia pernah sakit hati ditegur si kasir saat hendak beli pakan kucing ke toko dekat rumahnya itu.

“Saya dendam sama pegawainya (kasir). Waktu itu mau beli pakan kucing. Saat masuk toko ditegur karena masih pakai jas hujan (mantol). Saya dendam aja,” ujar tersangka Dona diinterogasi Kapolres di Mapolres, Senin (12/4/2021).

Kedua tersangka yang bertetangga dengan toko Pet Shop itu diketahui bernama lengkap Edrona Saun alias Dona (44) warga Kampung Ringinanom, RT 04 / 01, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Sragen.

Baca Juga :  Kecelakaan Tragis Sekeluarga Bawa Bayi 9 Bulan Gasak Dump Truk di Kalijambe Sragen

Ia beraksi bersama Rizki Dwitama Putra (18) pelajar asal Kampung Kuwungsari, RT 05 / 19, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Sragen.

Erdona mengaku sehari-hari berprofesi sebagai makelar motor. Sedangkan Rizki ternyata masih berstatus pelajar.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan keduanya merampok toko milik Wiwin itu karena dipicu rasa dendam.

Kedua tersangka ditangkap dari petunjuk sebuah tas untuk pembungkus parang yang digunakan saat beraksi mengancam kasir toko pada 6 April lalu.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua